Suasana static show yang ramai dikunjungi pelajar dan masyarakat umum di Lanud I Gusti Ngurah Rai. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dalam rangka Hari Bakti TNI AU ke 71 tahun 2018, Pangkalan TNI AU I Gusti Ngurah Rai menyelenggarakan kegiatan Static Show. Rabu (25/7) di Apron Selatan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Kegiatan yang dibuka mulai pukul 15.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita.

Static show ini ramai dikunjungi. Berduyun-duyun siswa maupun masyarakat umum mendatangi lokasi acara itu. Beberapa diantaranya berasal dari SMK Penerbangan Cakra Nusantara, siswa-siswi SMP, SD dan masyarakat umum.

Mereka antusias ingin melihat pesawat yang dimiliki TNI AU. Sebelum melihat pesawat tempur F-16 dan pesawat logistik Hercules, mereka mendapatkan pembelajaran singkat mengenai penerbangan TNI AU. “Momentum latihan Pitch Black di Darwin Australia yang diikuti berbagai Negara dan TNI AU turut berpartisipasi dalam latihan gabungan tersebut. Khususnya Skadron 3 Lanud Iswahyudi di Maospati, Magetan, Jawa Timur. Menginap satu malam di Bali, dan kita manfaatkan untuk itu menggelar static show,” jelas Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Kolonel Pnb Wayan Superman.

Danlanud menambahkan kegiatan static show ini diharapkan bisa menumbuhkan minat kedirgantaraan generasi muda yang hadir. Ia menilai dengan melihat langsung pesawat tempur milik TNI AU, para peminat kedirgantaraan bisa tertarik untuk masuk kedirgantaraan Indonesia kedepannya.

Baca juga:  DPR Sesalkan Belum Terpenuhinya Renstra Pembangunan TNI

Momen static show yang mendatangkan sebanyak 8 pesawat tempur F-16 dan 3 pesawat angkut Hercules pun tidak dilewatkan oleh ratusan pengunjung dari pelajar dan masyarakat umum. Mereka berfoto dengan background pesawat tersebut.

Hari Bakti TNI AU ke-71 merupakan peringatan dua peristiwa besar dalam Angkatan Udara Indonesia dan diperingati setiap 29 Juli. Pertama, serangan udara TNI AU terhadap daerah pendudukan Belanda di Ambarawa, Salatiga, dan Semarang, yang dilakukan oleh Kadet Penerbang Sutardjo Sigit, Suharmoko Harbani, dan Mulyono, dibantu tiga orang teknisi bertindak sebagai penembak udara yaitu Sutardjo, Kaput, dan Dulrachman. Serangan udara yang dilakukan menjelang subuh itu menggunakan dua buah pesawat Churen dan sebuah Guntei.

Kedua, gugurnya tiga pelopor dan perintis TNI AU, masing-masing Komodor Muda Udara Adisucipto, Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulrachman Saleh, dan Opsir Muda Udara Adisumarmo. Ketika, pesawat Dakota VT-CLA yang dinaiki serta membawa obat-obatan bantuan dari Palang Merah Malaya, ditembak pesawat Belanda Kitty-hawk dan jatuh di Desa Ngoto, 3 km selatan Yogyakarta. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.