Kondisi salah satu penderita polio, Ni Luh Resmiati, saat ditemui di rumahnya di Banjar Tunas Sari, Tianyar Timur, Kubu. (BP/gik)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Kemiskinan di Karangasem, kerap dimanfaatkan pihak tertentu untuk mencari keuntungan. Terlebih, pada era media sosial (Medsos).

Seperti kabar yang viral di media sosial, terhadap dua bersaudara yang menderita polio sejak lahir, di Banjar Tunas Sari, Desa Tianyar Timur, Kecamatan Kubu, baru-baru ini. Kabar penderitaan yang dialami dua warga ini.

Kabar itu dibumbui seolah-olah keduanya tak dirawat keluarganya, hidup sebatangkara, sehingga mengundang simpati banyak orang. Kabar ini viral di media sosial, kemudian di share ratusan kali oleh pemilik akun lainnya. Cara seperti ini, bisa jadi dimanfaatkan untuk meraup keuntungan pribadi, dengan menggalang dana melalui nomor rekening tertentu.

Bali Post, menelusuri kebenaran informasi yang viral dari akun Facebook berinisial AKW, lengkap dengan nomor rekening BCA dan nomor WA itu di Banjar Tunas Sari, Minggu (22/7). Rupanya kondisi kedua warga penderita polio ini, Ni Luh Resmiati (33) dan I Ketut Sukrawan tak seperti ditulis dalam akun tersebut. Bahkan, keluarganya pun kaget, ketika mengetahui anggota keluarganya digambarkan seperti yang ditulis di media sosial tersebut.

Baca juga:  2020, Bupati Suwirta Target Penanganan Rumah Warga Miskin Tuntas

Kedua penderita polio ini, sesungguhnya dirawat dengan baik di rumahnya oleh keluarganya. Mereka lima bersaudara.

Selain kedua warga penderita polio ini, masih ada tiga saudara kandungnya yang hidup normal. Yakni, I Nengah Restu (32) anak kedua, Ni Nyoman Rohani (27) anak ketiga dan Ni Luh Tiwi (12) anak kelima. “Tidak benar, kalau saudara kami ditelantarkan keluarga. Apalagi, dibilang kedua orangtuanya sudah meninggal. Ibu masih hidup, dan merawat kakak dan adik saya dengan baik,” kata I Nengah Restu.

Dia mengaku banyak pihak yang datang ke rumahnya. Kaget melihat faktanya bahwa kedua saudaranya terawat dengan baik.

Tak seperti diungkapkan di media sosial. Pihaknya meminta agar tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.