Ikan tongkol hasil tangkapan nelayan Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Jumat (20/7) dijual ke pusat pemindangan. (BP/sos)

OMBAK besar dan gelombang tinggi dua hari terakhir telah melanda kawasan pesisir Kabupaten Klungkung. Meski tak belangsung terus-menerus, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofosika (BMKG) tetap memberikan imbauan untuk waspada. Termasuk imbauan untuk menunda aktivitas guna mengurangi risiko kecelakaan. Namun hal tersebut tak membuat nyali sejumlah nelayan ciut. Tetap nekat mencari ikan.

Sejumlah warga nampak sibuk di Pantai Segara, Desa Kusamba, Jumat (20/7). Jarum jam masih menunjukkan pukul 08.15 Wita. Ketika itu, ada yang menurunkan ikan tongkol dari perahu. Ukurannya tergolong sedang. Ditampung dalam wadah yang tak terlalu besar. Beberapa perempuan pun langsung menjual di tempat. Masih sangat segar. Harganya lebih miring dari biasanya. Ada pula yang diangkut ke tempat pemindangan. Lokasinya sangat dekat. Hanya sekitar 50 meter.

Ikan yang mencapai ratusan ekor itu ditangkap nelayan sejak subuh. Sekitar pukul 04.00 Wita, dengan menjaring. Nelayan pun nekat menantang kondisi laut yang tak bersahabat. Ombak besar rentan terjadi. Begitu juga dengan gelombang. “Ombak dari dua hari memang besar. Sampai mendekati permukiman. Gelombang juga tinggi. Tadi pagi tenang lagi. Beberapa nelayan jadi melaut,” kata warga, Nyoman Rinda.

Nelayan sejatinya sudah mengetahui imbauan untuk waspada soal fenomena alam itu. Namun rasa nekatnya muncul karena melihat potensi keberadaan ikan cukup banyak. Itu menjadi angin segar untuk mendulang rupiah, untuk dapur ngebul. “Kemarin sore juga, pas ombak besar nelayan tetap mancing ikan. Tetapi tetap waspada,” tuturnya.

Baca juga:  Belum Ada, Penyerahan Ikan Invasif dari Masyarakat

Warga, Nengah Mundra menyebutkan nelayan sudah biasa dihadapkan fenomena alam demikian. Sejauh ini, disyukuri belum pernah terjadi kecelakaan. Perahunya pun tak ada yang rusak diterjang ombak. “Nelayan juga membaca kondisi gelombang. Saat melaut juga tidak jauh saat situasi seperti ini,” ucapnya.

Kasatpol Air Polres Klungkung, AKP. I Nyoman Arnawa mengaku sudah terus memberikan imbauan kepada masyarakat supaya waspada, termasuk pengelola objek wisata bahari. “Imbauan sudah terus dilakukan. Termasuk di objek wisata. Personil juga terus mengawasi. Ada di sejumlah titik,” jelasnya. Sejauh ini, katanya belum ada informasi adanya kejadian, termasuk soal kerusakan fasilitas masyarakat akibat ombak. “Mudah-mudahan tetap baik. Kami juga mengimbau nelayan untuk selalu membawa alat komunikasi saat melaut,” pintanya.

Kondisi laut demikian tak berimbas pada pasokan ikan ke pusat pemindangan Desa Kusamba dari nelayan di Klungkung dan Karangasem. Jumlahnya masih normal, kisaran 900 kilogram per hari. “Tidak ada pengaruh. Pasokan ikan masih normal,” terang petugas Anak Agung Gede Ngurah Berata. Soal harga juga masih stabil. Yang kecil kisaran Rp 4 ribu per ekor. “Untuk ikan beku tetap stok. Jaga-jaga kalau pasokan lokal berkurang,” imbuhnya. (sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.