Foto kolase dari sejumlah pengurus partai politik berfoto dengan nomor urut partai politik peserta pemilu 2019 hasil pengundian di Gedung KPU, Jakarta, Minggu (18/2). (BP/dok)

JAKARTA, BALIPOST.com – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merilis hasil survei elektabilitas partai politik (parpol). Survei yang dilakukan Pusat Penelitian Politik LIPI mendapati hanya enam dari 16 partai politik peserta Pemilu 2019 yang lolos ambang batas parlemen (parliamentry Threshold) 4% perolehan suara untuk memiliki kursi di parlemen.

Partai tersebut adalah PDI Perjuangan (24,1 persen), Partai Golkar (10,2 persen), Partai Gerindra (9,1 persen), PKB (6,0 persen), PPP (4,9 persen), dan terakhir Partai Demokrat (4,4 persen). Partai lainnya mendapatkan suara kurang dari 4 persen. “Tujuan ambang batas parlemen itu memang supaya jumlah parpol lebih sedikit,” kata Peneliti LIPI Syamsuddin Haris saat memaparkan hasil survei lembaganya di Jakarta, Kamis (19/7).

Ia berharap hasil pemilu nanti sesuai dengan hasil survei lembaganya, sebab tujuan PT di DPR adalah agar jumlah partai di DPR makin sedikit. Sebab, dengan jumlah partai sedikit akan lebih baik untuk kualitas demokrasi di Indonesia. Conbtohnya, pengambilan kebijakan di parlemen bisa berlangsung lebih cepat. “Poinnya pada efektivitas jadi kalau bisa pemilu yang akan datang itu tinggal 5 atau 6 parpol itu akan bagus sekali dampaknya bagi demokrasi kita,” katanya.

Adapun, parpol yang terancam tidak lolos DPR yaitu PKS 3,7 persen, Partai Perindo 2,6 persen, PAN 2,3 persen, Partai Nasdem 2,1 persen, Partai Hanura 1,2 persen, PBB 0,7 persen, Partai Garuda 0,2 persen, PSI 0,2 persen, dan Partai Berkarya 0,2 persen.
Pada survei ambang batas parlemeb ini, dilakukan pada 19 April-5 Mei 2018. 26 April hingga 9 Mei 2018.

Baca juga:  Magma Terus Bergerak ke Permukaan, Butuh Waktu Kurang dari 10 Hari Penuhi Kawah

Margin of error diklaim sebesar 2,14 %. Metodologi yang digunakan multistage random sampling dengan sebaran responden laki-laki dan perempuan masing-masing 50 persen.

LIPI juga melakkan survei tingkat keterpilihan (elektabilitas) calon presiden. Dari nama-nama yang beredar, nama Joko Widodo (Jokowi) jauh lebih unggul dibandingkan Prabowo Subianto dan tokoh lain yang digadang-gadang selama ini. “Pilihan capres lewat pertanyaan terbuka/top of mind, Jokowi 46 persen, Prabowo Subianto 17 persen, dan pilihan capres berdasarkan pertanyaan tertutup 2 nama menunjukkan Jokowi 58,2 persen, dan Prabowo 26,6 persen,” sebut Peneliti LIPI lainnya Wawan Ichwanuddin.

Dari pertanyaan terbuka/top of mind, Gatot Nurmantyo dipilih 1 persen responden. Sebanyak 32 persen responden tidak menjawab, dan 5 persen responden menyebutkan nama lain.
Survei untuk elektabilitas capres melibatkan 2.100 responden, dengan perkiraan margin of error (MoE) sebesar +/- 2,14 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh enumerator yang telah dilatih dengan instrumen kuesioner. Pengumpulan data dilakukan pada 19 April – 5 Mei 2018. “Elektabilitas Jokowi sebagai calon presiden masih tertinggi dibandingkan nama-nama lain, baik saat ditanyakan melalui pertanyaan terbuka maupun pertanyaan tertutup,” kata Wawan.(Hardianto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.