AMLAPURA, BALIPOST.com – Ida Pedanda Gede Ngurah, dari Gria Wanasari, Desa Talibeng, Kecamatan Sidemen, Karangasem, lebar sejak 29 Mei lalu. Beliau lebar di usia 103 tahun, tepat pada Hari Waisak. Beliau juga dikenal juga dengan Ida Pedanda Gede Ngurah Abra Sinuhun, karena sebagai nabe, dia sudah amat banyak memiliki nanak di berbagai wilayah di Indonesia. Rencananya, untuk palebonnya sudah direncanakan akan dilakukan pada 17 Juli.

Rangkaian karya palebonnya di Gria Wanasari, sudah dimulai sejak 28 Juni lalu dengan ngaturang ayaban purnama. Kemudian, ngaturang ayaban tilem, 12 Juli lalu. Dilanjutkan dengan nunasang di Pura Dalem, masang kereb/kajang, Sabtu (14/7) tadi.

Dudonan selanjutnya, dilanjutkan dengan nunas toya, mlaspas sukat, munggah narpana, meras metetangi, ngantos wastra, makta lante lan eteh-eteh ke Setra, serta ngaturang saji tarpana, pada Senin 16 Juli nanti.

Selanjutnya, sebelum pelaksanaan palebon, diawali dengan ritual wisudha bhumi di Setra, mlaspas pamereman, narpana. Setelah itu, baru memargi ke Setra. “Setelah palebon, sehari berikutnya baru ngirim/nuduk galih dan ngereka ke Segara Kusamba,” kata salah satu nanak sekaligus oka almarhum, yakni Ida Pedanda Panji Sogatha, Sabtu (14/7) tadi.

Semasa hidupnya, Ida Pedanda sudah bersadhana keliling Indonesia. Sehingga, nanak beliau juga banyak di berbagai wilayah di Indonesia (Abra Sinuhun). Jika umat Hindu ingat, karya Eka Dasa Rudra tahun 1963 di Pura Besakih, almarhum Ida Pedanda Gede Ngurah lah yang muput karya tersebut saat itu, setelah napak jadi Ida Pedanda sejak tahun 1960. Demikian juga pada tahun 1979.

Baca juga:  Ida Pedanda Gde Ketut Keniten Berpulang

Memimpin Siwaratri di Prambanan tahun 1979-1980. Ngenteg linggih Pura Amertha Jati Cinere tahun 1985 hingga nubung pedagingan tahun 1995 dan masih banyak lagi jejak sadhana lainnya. Selain itu juga pernah beberapa kali muput ke Lampung dan ke daerah lainnya di Indonesia. Sehingga punya nanak di beberapa wilayah disana.

Almarhum meninggalkan oka (anak) 11 orang. Empat di antaranya sudah lebih dulu seda atau meninggal. Dari tujuh oka beliau, ada dua oka di dharma atau yang melanjutkan jejaknya menjadi pedanda.

Mereka antara lain Ida Pedanda Panji Sogatha sendiri dan Ida Pedanda Guru Gotama. Ida Pedanda Panji Sogatha sudah melanjutkan jejak almarhum Ida Pedanda Gede Ngurah sejak madiksa tahun 2004. Saat ini usianya sudah 70 tahun.

Serangkaian acara palebon Ida Pedanda Gede Ngurah, sejumlah pejabat sudah menyempatkan diri datang langsung ke Gria Wanasari, Desa Talibeng, Sidemen. Seperti Bupati Karangasem, Wakil Bupati Karangasem, Ketua DPRD Karangasem, Kapolres Karangasem dan banyak lain pejabat dan umat lainnya. Keluarga besar Gria Wanasari berharap, proses palebon Ida Pedanda Gede Ngurah ini dapat berjalan dengan lancar. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.