Persiapan pertemuan IMF-WB Annual Meeting yang digelar di Bali sudah mencapai 79 persen. (BP/may)

DENPASAR, BALIPOST.com – Acara IMF-WB Annual Meeting 2018 digelar Oktober. Persiapannya pun telah mencapai 79 persen.

Menurut Panitia IMF WB dari Kementerian Keuangan, Hadi persiapan ini mencakup seluruh aspek. Ia mengatakan, menjadi tuan rumah pelaksanaan IMF berarti sebuah kepercayaan dari seluruh anggota IMF – WB. Sehingga event ini harus sukses karena merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk bisa mengambil manfaat sebesar-besarnya.

Jika anggota IMF-WB ada 189 negara, kesempatan Indonesia menjadi tuan rumah adalah 526 tahun lagi. Dari awal persiapan hingga saat ini telah mencapai progress 79 persen. Acara telah disusun dengan baik.

Dijelaskan rangkaian kegiatan IMF-WB dibagi menjadi 5 unsur kegiatan. Yaitu main event di 12 – 14 Oktober. Kegiatan berupa plenary session, pertemuan development committee (DC) meeting dan International Monetary and Financial committee (IMFC) meeting. “Pada main event mendiskusikan tentang perkembangan ekonomi dan keuangan lobal serta isu – isu terkini,” sebutnya.

Event kedua side events yang dilaksanakan dari 8 – 14 Oktober. Ini adalah rangkaian pertemuan yang diselenggarakan bersamaan atau menjelang main events oleh MTS IMF – WB maupun private sector. Event ini berupa pertemuan/gala dinner/lunch meeting/seminar/ workshop antara pelaku bisnis, lembaga keuangan maupun pertemuan dengan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. Ia sudah mempersiapkan 30 – 40 ruang meeting dengan meng-hosting 89 seminar besar.

Event berikutnya adalah hospitality event, host country event, dan voyage to Indonesia. Event ini merupakan event yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia.

Dari sisi akomodasi, kamar yang tersedia ada 26.500 dari hotel bintang 4 dan 5. Dari sisi keamanan, pengamanan siaga 24 jam.

Baca juga:  Bermunculan, Pelanggaran Jalur Hijau di Klungkung

Namun dikatakan penjagaan tidak dengan menunjukkan senjata. “Tapi kita ingin menjadi Indonesia yang ramah. Pemeriksaan keamanan dimulai dari pintu Gerbang ITDC, oleh personel gabungan yang terlibat yaitu TNI, Polri (Polda Bali),” ungkapnya.

Kendaraan yang diijinkan masuk area ITDC, hanya untuk kendaraan yang menggunakan stiker. Polda Bali telah menyiapkan manajemen lalu lintas, command center dan nomor emergency 110 serta aplikasi SALAK Bali.

Panitia juga telah menyiapkan 60 paket wisata dari 6 destinasi wisata yaitu Bali, Lombok, Jogjakarta, Toraja, Toba, Banyuwangi.

Dari Angkasa Pura I Purna Irawan mengatakan, Bandara Ngurah Rai yang merupakan pintu pertama masuk Bali telah mempersiapkan berbagai hal. Seperti perluasan apron bandara, menambah parkir stand pesawat untuk 10 unit pesawat jenis narrow body atau 5 untuk wide body. Penambahan 30 – 36 check in counter. Ia juga menambah slot pesawat.

Kepala Unit Kerja Pertemuan Tahunan IMF World Bank 2018, Peter Jacobs menambahkan, persiapannya telah mencapai 79 persen. Dari persiapan itu yang paling krusial menurutnya adalah pengaturan transportasi khususnya di ITDC.

Penyelesaian GWK juga dikebut. Patung GWK merupakan patung tertinggi di dunia. “GWK sudah hampir selesai, launchingnya awal Agustus,” ujarnya.

Akses jalan telah dipersiapkan seperti pembangunan under pass telah hampir selesai. Jalan tol yang merupakan akses jalan delegasi juga akan disiapkan jalur khusus tamu VVIP dan jalur khusus untuk rombongan. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.