Pekerjaan
Ilustrasi. (BP/dok)

GIANYAR, BALIPOST.com – Di kawasan seni ini tercatat ada ribuan pengganguran yang terdata di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Gianyar. Diketahui jumlah ini didominasi usia produktif, mereka yang baru lulus sekolah.

Pemkab Gianyar pun terus berupaya menurunkan data penggnguran tersebut, dengan menyalurkan kemampuan angkatan kerja (AK). Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gianyar, ada sebanyak 303.470 angkatan kerja (AK), yang produktif sebanyak 300.370 dan sisanya 3.100 belum bekerja.

“Untuk pengngangguran ini tersebar di tujuh kecamatan, untuk usia mereka bervariatif, ada yang baru lulus, ada juga yang sudah mendekati usia 60 tahun,” ucap Kepala Disnaker Kabupaten Gianyar Anak Agung Dalem Jagaditha, Rabu (11/7).

Diungkapkan pula jumlah persentase pengangguran di Kabupaten Gianyar menunjukkan tanda penurunan di angka 1,02 persen pada 2017. Agung Dalem mengatakan, Pemda memiliki ekspektasi tinggi terhadap potensi sumber daya profesional yang ada di Kabupaten Gianyar.

Pihaknya ingin mendorong para instruktur pelatihan BLK memiliki daya saing mumpuni, untuk dapat menransfer dengan baik ilmu yang mereka miliki kepada para calon tenaga kerja. “Syaratnya mereka harus memiliki sertifikasi,” ucap dia.

Baca juga:  Pengangguran di Denpasar Capai 2,63 Persen

Lebih lanjut dikatakan, saat ini, arah dan minat dunia kerja di Kabupaten Gianyar masih didominasi oleh sektor pariwisata. Diikuti bidang lainnya, seperti olah saji, industri, pertanian, dan lainnya.

Ia mengatakan Disnaker sedang berupaya mendesain pengembangan agar sektor kerja tidak hanya bertumpu pada titik pariwisata. Sektor industri pun kini berusaha didorong lewat pemberdayaan masyarakat secara merata. “Namun, sekali lagi, Pemda memiliki keterbatasan. Selebihnya pelaku swasta  yang berperan penting menentukan bidang mana ingin digeluti. Kami sebatas memberi  izin dan koordinasi melalui pelatihan-pelatihan ini,” jelas Agung Dalem.

Agung Dalem menyampaikan adanya peningkatan AK, diikuti meningkatnya daya serap. Hal tersebut sangat positif untuk bersaing di tengah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Kita tinggal menggenjot dan berusaha terus menurunkan persentase pengangguran. Begitu juga masyarakat yang berwirausaha mandiri mempunyai pengaruh besar dalam perekonomian,” pungkasnya. (Manik Astajaya/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.