Sekolah pilot di Banyuwangi diliburkan karena Bandara Banyuwangi ditutup akibat abu vulkanik Gunung Agung, Selasa (3/7). (BP/udi)

BANYUWANGI, BALIPOST.com – Penutupan Bandara Banyuwangi akibat erupsi Gunung Agung juga berdampak pada aktivitas sekolah penerbangan di bandara ini. Dari tiga sekolah penerbangan, seluruhnya memilih libur total. Liburnya aktivitas latihan penerbangan ini akan berlanjut hingga aktivitas bandara kembali normal.

Kepala Cabang Airnav Bandara Banyuwangi Suri Fikriansyah mengatakan selain penerbangan komersial, tiga sekolah pilot di Banyuwangi sudah memastikan libur. “Kondisi bandara masih terpapar abu vulkanik Gunung Agung. Jadi, tiga sekolah pilot konfirmasi libur,” kata Sukri, Selasa (3/7).

Menurutnya, pihaknya melakukan pengamatan debu vulkanik di bandara sejak, Senin (2/7) malam. Hasilnya, Selasa dini hari, abu mulai dirasakan di area bandara. Termasuk, landasan pacu.

Pihaknya dengan bantuan Pemkab Banyuwangi sempat membersihkan abu di landasan pacu. Namun, pagi hari, abu kembali muncul di bandara. Sehingga, sangat membahayakan penerbangan.

Baca juga:  Skema Khusus OJK untuk Pengusaha Terdampak Gunung Agung

Tiga sekolah pilot di Banyuwangi, lanjut Sukri, sehari-harinya memanfaatkan Bandara Banyuwangi sebagai pusat latihan. Sehingga, ketika bandara ditutup, aktivitas latihan penerbangan ikut libur.

Menurutnya, abu vulkanik yang terpapar di Bandara Banyuwangi intensitasnya sangat tipis. Meski begitu, tetap berbahaya bagi penerbangan. Sebab, jika terus menggumpal akan berdampak pada gangguan mesin pesawat. “ Ini kan sangat berbahaya. Sehingga, aktivitas penerbangan harus dittutup sementara,” jelasnya.

Penutupan aktivitas penerbangan ini akan terus dipantau. Jika kondisi abu tak membahayakan, penutupan bandara akan langsung dicabut. “Kami terus laporkan kondisi abu di bandara setiap jam, termasuk observasi detail. Ini akan menjadi acuan ke otoritas bandara,” pungkasnya.

Selain Bandara Banyuwangi, lanjut Suri, abu vulkanik Gunung Agung juga menganggu aktivitas penerbangan di Bandara Notohadinegoro di Jember. (Budi Wiriyanto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.