Seorang warga membersihkan mobilnya yang terkena abu vulkanik, Selasa (3/7). (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Dampak meningkatnya aktivitas Gunung Agung di Karangasem, Bali yang disertai lava pijar, Senin (2/7) malam, berdampak hingga ke wilayah ujung Barat Bali, Kabupaten Jembrana. Abu vulkanik dari Gunung Agung yang terbawa angin ke arah Barat terasa sampai di Gilimanuk.

Sejumlah warga yang berada di Gilimanuk merasakan langsung adanya paparan debu halus pada Selasa (3/7) pagi. Kendati hujan debu itu tidak terlihat secara kasat mata, namun terlihat menempel di sejumlah benda. “Seperti pasir menempel di mobil saya, kebetulan mobil saya parkir di luar,” terang Ari (45) salah seorang warga di Gilimanuk.

Debu juga nampak menumpuk di bagian kaca depan mobilnya.

Baca juga:  Dana Penyangga Likuiditas Baru Terkumpul Rp 4 Miliar

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susilo mengatakan dari informasi memang arah paparan debu ke Barat bahkan info terakhir sudah sampai Banyuwangi. Paparan debu halus vulkanik ini dampaknya sangat berbahaya bagi pernafasan.

Karena itu pihaknya mengimbau agar warga yang terdampak paparan debu vulkanik dalam aktivitasnya menggunakan masker dan kacamata. “Kami harapkan warga yang terpapar debu vulkanik agar melaporkan kepada kami,” terang Eko Susila.

Sementara berdasarkan informasi dari Kantor Klimatologi Negara, pantauan di citra satelit terbaru pada Selasa pagi, debu vulkanik terdeteksi ke arah Barat hingga Jawa Timur. Debu sempat melintas di wilayah Jembrana pada Senin malam. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.