IA Kade Rani Dwi Putri. (BP/may)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tak pernah dibayangkan sebelumnya, bisa menari Bali dan membawa budaya Bali hingga ke mancanegara. Apalagi di usia yang masih sangat muda.

“Om Swatiastu, Punapi Gatra” sambut para bule pada IA Kade Rani Dwi Putri (27) dan rombongan dari Bali.

Rani sumringah disambut para bule dengan bahasa Bali alus. Para bule itu merupakan sekaa gamelan Sekar Jaya. Sekaa itu terdiri dari orang-orang asing di San Fransisco, Amerika Serikat (AS) yang senang dengan kesenian dan budaya Bali.

Rani panggilan akrabnya mendapat undangan menari di sana. Usianya saat itu masih 12 tahun. Berkolaborasi dengan sekaa gamelan Sekar Jaya, ia menarikan tari legong bercerita, tentang Pangeran Karna.

Sebulan lebih ia tinggal di sana. Ia tinggal di sebuah rumah yang disediakan khusus untuk belajar kesenian dan budaya Bali. Siapapun boleh datang ke rumah itu.

Di ruangan bawah tanah dari rumah itu merupakan tempat berlatih menari dan magambel. “Di sana juga ada tempat untuk kita berdoa,” kenangnya.

Sekembalinya dari Amerika, beberapa bulan kemudian, ia kembali menari di berbagai tempat. Termasuk menari Bali ke Padang tahun 2009. Kesempatan yang langka bisa menari Bali di beberapa wilayah termasuk luar negeri.

Baca juga:  120 Yacht Siap Ramaikan Wonderful Sail to Indonesia

Secara rutin, rombongan dari Sanggar Tari Warini diundang untuk pentas. “Pentas ini dalam rangka memperkenalkan budaya kita,” ujarnya.

Ia khusus ke sana untuk menari karena Sanggar Warini tempatnya bernaung ini telah memiliki jadwal rutin. Tahun 2011, ia juga diundang menari ke Tokyo, Jepang bersama Dinas Pariwisata Provinsi Bali. Ia menarikan tari Bali.

Menari Bali hingga ke negara orang membuatnya kagum dengan budayanya sendiri. Ia tersadar ternyata masyarakat dunia sangat antusias dan menerima dengan baik kesenian dan kebudayaan Bali. Tidak hanya menjadi penonton, mereka juga ingin melakoni kesenian tersebut.

Pengalaman berharga itu tak akan pernah dilupakannya. Rani sangat senang menari. Apalagi hobinya tersebut bermanfaat terhadap Bali khususnya. “Jadi aku bisa menyalurkan hobi sekaligus bisa jalan-jalan, bisa mengenal dunia luar dan puna teman baru,” tutupnya.

Itulah yang membuat ia sangat berterima kasih dengan Ni Ketut Arini yang telah memberinya kesempatan emas. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.