DENPASAR, BALIPOST.com – Duta-duta dari empat kabupaten di Bali mengikuti lomba gender wayang remaja di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Bali, Sabtu (30/6). Lomba memeriahkan ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-40 ini masih akan berlanjut untuk kabupaten/kota lainnya, Minggu (1/7) ini.

Di hari pertam, tampil unjuk kepiawaian menabuh gender adalah duta kabupaten Klungkung yang duel dengan duta kabupaten Buleleng, serta kabupaten Gianyar yang bertarung dengan duta kabupaten Tabanan. Setiap tim terdiri dari empat penabuh gender dan dua pembaca sloka.

Sekaa Gender Wayang Katih Ilang, Desa Batununggul, kecamatan Nusa Penida yang menjadi duta kabupaten Klungkung  menampilkan tiga tetabuhan. Yakni tabuh Sekar Gendotan, tabuh Pamungkah, dan tabuh BAA atau BEE (Bara Api-red). Pembina tabuh Sekaa Gender Wayang Katih Ilang, I Wayan Mulyana mengatakan, salah satu tabuh yakni Sekar Gendotan merupakan tabuh petegak gender wayang yang sering dipakai dalam pertunjukan wayang kulit di Bali. Iramanya sangat dinamis seperti arti gendotan (gegendotan) yakni bergerak dengan cepat naik turun atau berayun-ayun.

Baca juga:  Ini 9 Seniman Penerima Penghargaan Pengabdi Seni

Sementara itu, Sanggar Seni Ganeswara Desa Pemaron yang menjadi duta kabupaten Buleleng membawakan tabuh sekar Ginotan, tabuh Pamungkah Siwa Manik Dalang dan tabuh kreasi Gender Wayang Kusuma Wilaja. Menurut pembina tabuh Sanggar Seni Ganeswara Desa Pemaron, I Ketut Mustika, tabuh Pamungkah Siwa Manik Dalang pertama kali di tuangkan di Desa Pemaron oleh Sriajeng (alm) sekitar tahun 1950. “Tabuh ini digunakan sampai sekarang sebagai ciri khas pementasan wayang kulit di Pura Siwa Manik Dalang di Desa Pemaron,” ujarnya.

Selanjutnya, duta kabupaten Tabanan yang diwakili Sanggar Seni Kembang Bali menampilkan gending wajib Sekar Ginotan atau Gendot, gending Pamungkah, dan gending kreasi Jengreng Kapurasan. Lawannya yakni duta kabupaten Gianyar diwakili Sanggar Suara Murti, Br. Babakan, Desa Sukawati. Salah satunya cukup apik membawakan gending Sekar Gendot. Yakni, gending dengan alunan melodi yang penuh variasi  hentakan-hentakan tegas dan komposisi teratur. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.