Aparat kepolisian mengatur antrean pengguna kendaraan roda dua yang akan menyeberang ke Bali. (BP/udi)

BANYUWANGI, BALIPOST.com – Prediksi puncak arus balik dari Jawa ke Bali yang terjadi pada Minggu (24/6), akhirnya terbukti. Sepanjang hari, arus penumpang dari Pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk terus membludak.

Didominasi pengendara roda dua. Diperkirakan, jumlah kendaraan roda dua yang menyeberang ke Bali mencapai lebih dari 10.000 unit. Sedangkan, kendaraan pribadi cenderung berkurang, hanya sekitar 4000 unit.

Antrean pengendara roda dua mulai terasa menyebut di Pelabuhan Ketapang, sejak pagi. Setelah tengah hari, antrean makin padat. Bahkan, nyaris meluber ke jalan raya di depan pelabuhan. Petugas ASDP bergerak cepat.

Dua loket tiket yang biasanya dipakai kendaraan roda empat dialihkan menjadi loket roda dua. Itupun belum mampu mengurai antrean roda dua dengan cepat. Hingga Minggu sore sampai petang, arus pengendara roda yang hendak menyeberang ke Bali tetap saja padat.

Namun, para pemotor ini tak harus menunggu lama untuk bisa masuk kapal. Petugas mengurai mereka dengan cepat. Begitu antre di tenda, langsung diarahkan masuk kapal. “Ini sesuai prediksi, puncak arus balik terjadi Minggu ini. Sejak pagi, penumpang didominasi pengendara roda dua. Kita perkirakan  bisa tembus hingga 10.000 lebih roda dua,” kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang – Gilimanuk Elvi Yoza.

Menurut Elvi Yoza, puncak arus balik ini bukan tanpa alasan. Sebab, para pemudik yang sebelumnya kembali ke Jawa harus kembali bekerja di Bali.

Baca juga:  Operasi Ramadniya Usai, Pos Pemeriksaan Kendaraan Kembali di Pelabuhan Gilimanuk

Mereka, lanjut dia, menunggu Lebaran Ketupat yang sudah usai. “Pengalaman tahun sebelumnya memang begitu. Jadi, pemudik akan kembali setelah Lebaran Ketupat,” jelasnya.

Meski antrean roda dua membludak, lanjut dia, jumlah kapal yang dioperasikan belum ditambah, tetap 32 unit. Termasuk, kapal sapu jagat KMP Drajat Paciran hanya bersiaga di dermaga LCM Ketapang.

Menurut Elvi, kondisi antrean belum stagnan, sehingga masih bisa diatasi kapal reguler di lintasan Selat Bali. Meski puncak arus mudik, lanjut Elvi, jumlah pemudik yang kembali ke Bali diperkirakan belum mencapai 100 persen.

Sebab, masih ada ajang pilkada di Jatim yang mengharuskan warga bertahan di rumah. “Pilkada juga berdampak pada arus balik,” imbuhnya.

Data dari posko Pelabuhan Ketapang, hingga Minggu pagi, jumlah penumpang pejalan kaki sudah kembali ke Bali mencapai 317. 386 orang, roda dua 47.268 unit, sedangkan roda empat 39.329 unit. Sedangkan, selama arus mudik lalu, jumlah penumpang pejalan kaki yang menyeberang dari Bali ke Jawa mencapai 436.258 orang, roda dua 88.839 unit dan roda empat 49.989 unit. Dari perbandingan ini, pemudik yang belum kembali ke Bali jumlahnya cukup banyak. (Budi Wiriyanto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.