Aparat dari BPBD Gianyar melakukan evakuasi pohon tumbang. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Semester I 2018 ini, banyak bencana terjadi di Gianyar. Bahkan, di akhir Juni yang kondisi cuacanya berangin dan hujan, kawasan seni ini terus dilanda banjir, pohon tumbang hingga longsor.

Kondisi ini pun menambah catatan jumlah bencana di kabupaten itu. Hingga pertengahan tahun, terdata seratusan bencana alam terjadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar pun terus bersiaga dengan kondisi tersebut.

Berdasarkan data BPBD Gianyar 2018, dari awal tahun hingga 22 Juni, secara keseluruhan tercatat ada 140 bencana alam terjadi di tujuh kecamatan. Seperti 70 bencana pohon tumbang, paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Gianyar dengan 15 pohon tumbang, Kecamatan Tampaksiring dengan 12 pohon tumbang, selanjutnya Kecamatan Sukawati dan Payangan masing-masing 11 bencana pohon tumbang.

Sementara untuk bencana tanah longsor, ada 54 bencana yang terdata sepanjang tahun ini. Paling banyak terjadi di Kecamatan Tegalalang dengan 13 bencana, Tampaksirng (11) kemudian Kecamatan Payangan dan Gianyar masing-masing 10 bencana. Blahbatuh (4) paling sedikit Kecamatan Ubud dan Sukawati masing-masing 3 bencana tanah longsor. “Tanah longsor itu memang dominan di daerah dataran tinggi, terutama yang kontur tanahnya labil,” jelas Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya, Minggu (24/6).

Baca juga:  Jalan di Kendran Tergerus Longsor

Sementara untuk penanganan banjir, pihaknya hanya dominan mendapat laporan dari empat Kecamatan, meliputi Gianyar (4), Blahbatuh (6), Sukawati (4) dan Tampaksiring (2), sehingga total ada 16 penanganan banjir. “Selain volume air yang memang tinggi, banjir dominan disebabkan oleh sampah yang menyumbat gorong-gorong,” katanya.

Digjaya menambahkan dalam beberapa hari terakhir jajaranya juga melakukan penanganan sejumlah laporan bencana alam. Seperti bencana pohon bunut tumbang di Banjar Lekok, Kelurahan Gianyar. Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini, hanya pohon dengan ketinggian sekitar 15 meter ini tumbang melintang di atas sungai setempat. “Proses evakuasi untuk pohon ini juga sudah diselesaikan,” ucapnya.

Sementara itu berdasarkan data sepanjang 2017 tercatat total ada 153 bencana alam. Seperti 74 bencana pohon tumbang, 30 bencana banjir dan 49 bencana tanah longsor. “Kita harap tahun ini bencana alam tidak bertambah, agar tidak ada korban jiwa atau pun material,” tandasnya. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.