AMLAPURA, BALIPOST.com – Pihak Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem menyatakan tingkat kunjungan wisatawan lokal ke Karangasem masih sangat minim, kalah jauh dibandingkan wisatawan asing. Di tengah kondisi seperti itu, Taman Ujung menjadi yang terdepan sebagai favorit wisatawan lokal.

Sejauh ini pihak PHRI Karangasem belum memiliki data valid tentang kunjungan wisatawan lokal ke objek-objek wisata di Karangasem. Menyangkut daya tarik Taman Ujung bagi warga Bali itu di antaranya terpantau dari tingkat kunjungan selama libur Idul Fitri ini.

Sampai Selasa (19/6), objek wisata di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem itu masih didatangi pengunjung dari berbagai kabupaten di Bali. “Dulu sudah pernah bersama teman-teman kerja, sekarang dengan keluarga,” ujar Gusti Ayu Okta (38), pengunjung asal Petang, Badung.

Ibu dua anak ini mengaku sengaja berwisata ke Karangasem untuk mengunjungi Taman Ujung. Menurut dia, Taman Ujung lumayan cocok untuk tempat rekreasi keluarga meskipun fasilitas untuk wisata keluarga masih minim.

Taman Ujung dinilai pantas untuk tempat rekreasi keluarga karena arealnya luas sehingga memungkinkan anak-anak untuk bermain.

Baca juga:  Ditambah, Rest Area di Taman Ujung

Penilaian senada dilontarkan I Wayan Adiguna (30). Bapak satu anak ini sengaja datang ke Taman Ujung jauh-jauh dari Denpasar bersama anak-istrinya.

Sehabis dari objek wisata peninggalan Kerajaan Karangasem itu, karyawan swata ini mengaku akan mampir di objek wisata baru di Yeh Malet, Manggis yaitu Danau Yeh Malet. “Saya baca di media katanya di sana (Danau Yeh Malet juga bagus),” ungkapnya.

Di Karangasem sendiri belakangan muncul banyak objek wisata alternatif seperti rumah pohon di wilayah Padangkerta dan Bukit Asah di Bugbug, Kecamatan Karangasem. Objek-objek wisata alternatif itu juga cukup menarik minat wisatawan lokal, namun demikian secara umum kunjungan wisatawan ke Karangasem masih didominasi wisatawan asing.

Bahwa objek wisata di Karangasem belum mampu maksimal menarik minat wisatawan lokal, dilontarkan Sekretaris PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa. Menurut dia, selain karena belum ada objek yang benar-benar representatif untuk wisata keluarga, Karangasem juga masih dihadapkan pada kendala infrastruktur terutama infrastruktur jalan. ‘’Untuk wisatawan asing juga didominasi penghobi wisata bawah laut seperti diving dan snorkeling,’’ katanya. (kmb/balipost)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.