Wisatawan menghabiskan waktu di Pantai Kuta. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Libur panjang kali ini membawa berkah bagi kalangan bisnis hotel di Kuta dan Legian. Okupansi hotel-hotel di kawasan itu mencapai 90 persen.

Ketua Kuta Executive Club Kahar Salamun mengatakan, Lebaran tahun ini lebih ramai dari tahun sebelumnya. Karena libur Lebaran tahun ini lebih panjang. Sehingga okupansi hotel tinggi yaitu 90 persen.

Sedangkan pada hari normal okupansi hanya mencapai 60 sampai 75 persen. Okupansi yang tinggi ini selain disebabkan libur Lebaran juga dikarenakan Juli – Agustus merupakan peak season. Turis dari Australia dan Eropa banyak yang berlibur ke Bali. “Okupansi kita mulai naik pada tanggal 11 Juni, puncaknya tanggal 13 Juni, itu okupansinya 90 persen. Hari ini okupansi masih bagus, tapi besok sudah mulai turun. Karena kantor-kantor mulai buka besok. Sebagian besar tamu juga mulai balik,” ungkapnya Senin (18/6).

Baca juga:  Pascaturunnya Status Gunung Agung, Okupansi Homestay di Ubud Sentuh 50 Persen

Meski demikian tak berselang lama, kalangan perhotelan akan menyambut peak season yang jatuh di Juli dan Agustus. Legian diakui based occupancy nya adalah turis Australia dan Eropa. Dengan kedatangan turis Australia dan Eropa cukup membuat okupansi tinggi mencapai 75 – 80 persen. Ditambah dengan wisatawan domestik yang berlibur karena libur Lebaran yang panjang, sehingga okupansi mencapai 90 persen.

Sementara di periode yang sama, yaitu Juni sampai Juli juga merupakan libur anak sekolah. Namun diakui, liburan sekolah ini dampaknya tidak terlalu signifikan terhadap okupansi di daerah Kuta. “Ada kenaikan tapi tidak signifikan,” tandasnya. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.