Pihak keluarga almarhum Gede Arik Artawan (18). (BP/dok)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Identitas mayat Mr. X akhirnya diketahui bernama Gede Ari Artawan (18), pemuda Dusun Tegallinggah Bawah, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada. Almarhum dikenali orangtuanya Ketut Mariada dan istrinya Luh Redani.

Ibu almarhum Luh Redani di rumah duka Jumat (8/6) menuturkan, kematian almarhum diketahui setelah didatangi Polisi. Sosok mayat yang ditemukan di Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng dikenali dari lukisan tato pada tangan dan pundak dan tulisan nama Arik. Mobil yang ditemukan di penimbangan itu adalah yang disewa almarhum dan ikat pinggang bertuliskan SMPN 4 Sukasada.

Sebelum diketahui meninggal, anaknya terakhir pulang saat Galungan (30/5) dan Umanis Galungan Kamis (31/5) lalu kembali ke Denpasar. Saat ke Denpasar, korban menumpang bersama keluarga besannya. Setelah itu korban susah dihubungi. “Terakhir bertemu dengan anak saya pada Umanis Galungan lalu dan tidak disangka dia (alamarhum) meninggalkan kami dengan cara seperti itu,” tegasnya.

Kesehariannya, korban dikenal pendiam dan menurut nasehat orangtuanya. Bahkan, almarhum tidak pernah menuntut hal-hal tertentu kepada orangtua terkecuali hanya meminta uang jika kehabisan bekal saat bekerja di sebuah toko gorisir di Denpasar. “Kalau pulang dan kebetulan tidak punya uang dia hanya minta uang untuk sekedar beli rokok dan kalau kebutuhan lain tidak pernah maminta. Tapi saya dan suami tawari termasuk untuk melanjutkan sekolah itu maunya biar tamat SMA, tapi dia memutuskan berhenti dan bekerja,” katanya.

Baca juga:  Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Pantai Penyabangan

Sedangkan atas dugaan kematian dengan cara tak wajar itu, Redani dan keluarga menyerahkan proses hukum kepada Polisi. “Saya serahkan kepada petugas dan kalau misalnya anak kami memang bunuh diri, saya sudah menyiapkan upacara dan mendoakan agar kesalahannya dimaafkan dan kepergiannya mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan,” tegasnya.

Sementara, pasca penemuan mayat Gede Ari, jajaran Reskrim Polres Buleleng dan Reksrim Poslek Kota Singaraja masih melakukan penyelidikan intensif. Saksi-saksi dan barang bukti di lokasi kejadian telah dikumpulkan. Selain itu, Polisi masih menunggu hasil otopsi jenazah korban dari tim dokter forensik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sangglah, Denpasar, kata Wakapolres Kompol. Ronny Riantoko didampingi Kasat Reksrim AKP Mikael Hutabarat Jumat (8/6). (mudiarta/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.