Ilustrasi. (BP/dok)

GIANYAR, BALIPOST.com – Dewan Gianyar kembali dikejutkan dengan rencana PDAM Gianyar menaikan tarif air. Wakil rakyat yang berkantor di Gedung DPRD Gianyar pun menyatakan penolakan terhadap rencana tersebut.

Alasannya, tak layak di tengah pelayanan air yang masih belum maksimal. “Kami dari Komisi III DPRD menolak rencana kenaikan tarif itu,” Tegas DPRD Gianyar, I Wayan Budiana, S.T., Kamis (7/6).

Sikap tegas ini disampaikan lantaran belum maksimalnya pelayanan air PDAM Gianyar. Terlebih, masih banyak masyarakat mengeluhkan pelayanan air yang “kecrat-kecrit” pada jam tertentu. “Contoh saja di Tampaksiring, yang memiliki sumber air besar, justru kerap mengalami gangguan pelayanan air pada jam pagi,” keluhnya.

Budiana mengungkapkan saat ini di Desa Tampaksiring, dari 13 Banjar, 8 diantaranya sudah memanfaatkan air swadaya dari mata air terdekat. Tinggal lima banjar yang diperkirakan masih mengandalkan PDAM Gianyar. “Meski sisa lima banjar, tetapi pelayanan PDAM justru masih kerap terganggu, padahal dengan kondisi ini seharusnya aliran air dari pipa PDAM semakin besar,” katanya.

Baca juga:  Sidang Memanas, Pengesahan APBD Perubahan 2017 Ditunda

PDAM Gianyar akan memberlakukan kenaikan tarif air dalam waktu dekat. Direktur Utama PDAM Gianyar Made Sastra Kencana menyampaikan kenaikan tarif yakni dari Rp 1.700 per meter kubik menjadi Rp 3.000 per meter kubik. Kebijakan ini sesuai Permendagri 71 tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum dan telah mengantongi surat keputusan Bupati Gianyar.

Dijelaskannya, PDAM Gianyar sudah sekitar sembilan tahun tidak menaikkan tarif air. Sementara, dari sisi operasional, tarif saat ini sudah tidak mampu menutupi biaya operasional terutama infrastruktur yang sangat besar.

Pendapatan PDAM Gianyar per bulannya rata-rata Rp 4,5 miliar. Biaya operasional lebih besar dari itu. Perhitungan kenaikan tarif, kata Sastra Kencana, sudah mempertimbangkan beberapa variabel termasuk kepentingan pelanggan. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.