Pawai PKB ke-39 digelar dengan dihadiri Menteri Pariwisata, Arief Yahya, dan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pelepasan pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 nantinya ditandai dengan pembentangan anak panah, yang selanjutnya disusul keluarnya simbolis api. Ini disesuaikan dengan tema PKB “Teja Dharmaning Kauripan : Api Spirit Penciptaan”. Seperti sebelumnya, pawai diawali dengan tari Ciwa Nata Raja dan gamelan Ketug Gumi dari ISI Denpasar, baru kemudian diikuti barisan 16 peserta.

Diawali barisan kontingen Pemprov Bali, Kota Denpasar, Kabupaten Bangli, Buleleng, Badung, Karangasem, Jembrana, Gianyar, Klungkung, Tabanan, marching band Universitas Udayana, ISBI Papua, Sanggar Basundari Jepang, Forum Sunda Kecil, Konsulat Jepang, dan marching band Universitas Warmadewa. Pelepasan pawai akan digelar di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Denpasar, mulai pukul 14.00 wita.

“Merujuk pada konsep, sekarang kan api temanya. Tidak hanya diartikan denotatif, tapi api juga mengandung arti semangat,” ujar Koordinator Pawai PKB Ke-40, A.A. Gede Raka usai mengikuti rapat di Dinas Kebudayaan Bali, Rabu (6/6).

Mulai tahun ini, lanjut Raka, ada LO (Liaison Officer) yang ditugaskan untuk membantu kelancaran pawai. LO utamanya berkomunikasi dengan peserta pawai dan menunjukkan dimana posisi mereka sesuai urutannya. Selain itu, LO juga memastikan setiap peserta tampil sesuai waktu yang ditentukan. Termasuk bekerjasama dengan aparat keamanan dalam mengatur pengunjung agar tidak merangsek ke tempat-tempat steril.

Baca juga:  Awas!! Program Rumah MBR Dicatut, Konsumen Diimbau Lebih Jeli

“LO itu juga membantu menyanggra peserta pawai, baik dari kabupaten/kota maupun partisipan dari luar,” jelasnya.

Raka meminta peserta pawai agar menghormati waktu pawai yakni 10 menit dari start hingga selesai untuk setiap peserta. Mengingat, pawai yang dijadwalkan selesai pukul 17.15 wita masih akan dilanjutkan dengan pembukaan PKB di Art Center pukul 20.00 wita. Untuk mobil hias, diharapkan sudah bersiap menuju tempat yang disediakan pada pukul 10.00 wita.

Sementara itu, Kurator PKB Ke-40, I Nyoman Astita mengatakan, seluruh mobil hias nantinya ditempatkan di Jl. Raya Puputan dan diurut sesuai urutan penampilan. Sedangkan kontingen akan diposisikan di Jl. Ir. Juanda (depan Kantor Dinas Kebudayaan, red). Pengaturan ini untuk menghindari kekroditan di Jl. Ir. Juanda yang dulu dijadikan tempat mobil hias dan kontingen sekaligus.

“Kemarin di depan kantor Disbud sangat krodit, urutannya juga tidak diatur. Karena datang duluan jadi menempati tempat yang seharusnya ditempati urutan lebih dulu. Nanti ada tanda yang diberikan untuk masing-masing peserta,” ujarnya. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.