antrean
Arus mudik di Gilimanuk saat musim mudik Lebaran. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Jumlah pemudik diprediksi meningkat selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2018. Prediksi ini melihat realisasi pergerakan moda penumpang keluar masuk Bali selama angkutan Lebaran tahun 2016-2017. Masing-masing 2.779.491 penumpang di tahun 2016 dan 2.919.929 penumpang di tahun 2017.

“Pemudik kita prediksi di tahun 2018 ini naik 5 persen,” ujar Kepala Bidang Keterpaduan Moda Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Standly Suwandhi usai memimpin rapat koordinasi dengan instansi terkait dan mitra kerja perhubungan mengenai kesiapan angkutan Lebaran 2018 di Kantor Dishub Bali, Selasa (5/6).

Menurut Standly, ada sejumlah langkah antisipatif yang disiapkan untuk mendukung kelancaran dan keselamatan selama masa angkutan Lebaran 2018. Selain membentuk posko dan menyiapkan armada, dilakukan pula pengawasan kelaikan kendaraan. Kesehatan awak angkutan umum juga diperiksa.

Jika terjadi lonjakan penumpang, akan dilakukan penerbitan ijin insidentil. Selain itu, mengatur pembatasan operasional angkutan barang, menjadikan jembatan timbang sebagai rest area, dan mengatur mudik gratis.

“Untuk larangan kendaraan angkutan barang beroperasi, efektif mulai 12 Juni-14 Juni pukul 00.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB dan 22 Juni-24 Juni pukul 24.00 WIB sesuai Surat Edaran Menteri Perhubungan No.34 Tahun 2018,” imbuhnya.

Baca juga:  Hari Ini Pulang, Belasan "Suspect" MSS di RSUD Mangusada

Standly menjelaskan, jenis angkutan barang yang dilarang beroperasi adalah kendaraan pengangkut bahan bangunan, truk tempelan, truk gandengan, kendaraan kontainer, dan kendaraan pengangkut barang dengan sumbu lebih dari dua. Namun, larangan ini dikecualikan bagi kendaraan angkutan barang yang mengangkut BBM, hewan ternak, bahan pokok, pupuk, susu murni, barang antaran pos, barang ekspor impor dari dan ke pelabuhan ekspor impor, dan motor untuk angkutan mudik gratis.

Pihaknya berharap keberhasilan yang dicapai pada masa angkutan Lebaran 2017 bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan karena bisa berjalan tertib, lancar, dan tidak terjadi penumpukan kendaraan. “Kalau toh ada sedikit antrian, itu bukan kemacetan. Secara keseluruhan, sesungguhnya apa yang kita lakukan di 2017 itu menunjukkan hasil yang sangat luar biasa. Bali bahkan menjadi satu-satunya provinsi yang justru deflasi, ini yang kita pertahankan,” jelasnya.

Standly menambahkan, armada kapal yang disiapkan di Gilimanuk tahun ini berjumlah 56 plus 1 kapal cadangan, dan di Padang Bai sebanyak 36 plus 1 kapal cadangan. Kemudian Organda menyiapkan 168 AKAP, 50 bus pariwisata, dan 76 angkutan AJAP. Puncak arus mudik diprediksi pada 9-10 Juni, sedangkan puncak arus balik pada 20-21 Juni 2018. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.