Alat berat melakukan pengerjaan proyek perluasan Bandara Ngurah Rai. (BP/edi)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Sejak dikeluarkannya izin pelaksanaan reklamasi 18 Mei lalu, perluasan apron sisi Barat Bandara Ngurah Rai mulai memasuki tahap pengerjaan. Bahkan saat ini progressnya sudah mencapai 7 persen dan leading 1 persen dari target awal.

Sementara untuk menunjang pelaksanaan reklamasi, pihak PT Angkasa Pura I (Persero) (AP I) sedang mendatangkan kapal dari Batam menuju lokasi proyek. Proyek perluasan apron sisi barat ini merupakan paket satu dari semua proyek besar yang ditarget selesai sebelum pelaksanaan IMF Annual Meeting bulan Oktober mendatang.

Dengan dimulainya pengerjaan proyek ini, General Manager (GM) bandara internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Bali yang sudah memberikan izin kepada pihak AP I untuk membangun. “Saya mengerti masyarakat Bali memahami kondisi bandara kita saat ini. Bahwa airport ini adalah untuk kepentingan umum,” kataya saat ditemui disela buka puasa bersama keluarga besar AP I Ngurah Rai di Masjid Al Ikhlas, Tuban, Selasa (5/6).

Sementara itu, untuk paket dua yakni perluasan apron di sisi timur bandara, saat ini progress pengerjaannya sudah mencapai 40 persen. Untuk paket dua ini, pihaknya menarget pengerjaannya agar selesai lebih awal.

Baca juga:  Ledakan di Rusunawa Wonocolo, Tiga Tewas

Tujuannya agar lokasi pengolahan limbah yang dulunya terbuka akan dijadikan tertutup dan bisa segera dikerjakan lebih cepat. Sedangkan, lanjut Yanus, untuk paket ketiga yaitu pembangunan gedung VIP 1 dan 2, saat ini progressnya susah mencapai 34 persen.

Bahkan progress ini dikatakan sudah diatas perencanaan awal. Untuk paket empat, yaitu penambahan check in counter saat ini masih dalam perencanaan. Meski demikian, pihaknya mengaku akan segera dilaksanakan. Bahkan untuk konstrukai bangunannya sudah dikerjakan. “Secara keseluruhan, untuk persiapan masih kurang 4 persen dari target,” terangnya.

Sedangkan, untuk menampung kendaraan, pihak AP I juga akan membangun tempat parkir bertingkat. Parkir ini nantinya bisa menampung sebanyak 1100 unit mobil. Pengerjaannya akan menghabiskan Rp 250 miliar. “Untuk parkir ini, akan selesai dikerjakan setelah IMF. Sedangkan untuk menunjang IMF, ada dua tingkat yang akan bisa dioperasikan,” tambahnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.