BANGLI, BALIPOST.com – Tak hanya biji, daun pada tanaman kopi ternyata juga bisa dimanfaatkan dan diolah menjadi bahan minuman. Setidaknya hal ini sudah dibuktikan seorang petani di Desa Catur Kintamani Gusti Ngurah Rupa.

Sejak setahun terakhir, Gusti Rupa mulai mengolah daun kopi menjadi serbuk teh. Teh daun kopi buatannya diklaim memiliki banyak manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh, salah satunya untuk mencegah asam lambung.

Ditemui di tempat tinggalnya Jumat (1/6), Gusti Ngurah Rupa mengungkapkan bahwa ide awal dirinya mencoba mengolah daun kopi menjadi serbuk teh muncul karena melihat banyaknya limbah daun kopi yang dihasilkan dari kegiatan pemangkasan tanaman kopi. Pemangkasan rutin dilakukan agar tanaman kopi dapat tumbuh dan memproduksi buah dengan baik.

Melihat banyaknya limbah daun yang terbuang, dirinya lantas mencoba berinovasi memanfaatkannya menjadi sesuatu yang bermanfaat yakni dengan menjadikannya serbuk teh. “Saya berpikirnya sederhana sekali, bagaimana memanfaatkan limbah daun ini menjadi bermanfaat. Kalau sebelum-sebelumnya daun hasi pemangkasan biasanya dibuang begitu saja, akhirnya saya coba olah menjadi teh,” ungkapnya.

Dijelaskannya, tidak sulit mengolah daun kopi menjadi teh. Daun kopi hasil pemangkasan yang masih muda dikumpulkan untuk kemudian dijemur.

Untuk menjaga warna daun agar tidak terlalu coklat dan kering, dalam proses penjemuran daun kopi ditutupi dengan kain. “Selain untuk menjaga warnanya agar coklat kehijauan, juga untuk mempertahankan zat antibodinya,” jelasnya.

Untuk menambah aroma wangi, daun kopi yang sudah dijemur ditambahkan dengan potongan daun pandan. Sementara untuk cara mengonsumsinya pun tinggal diseduh seperti membuat teh pada umumnya.

Baca juga:  Anggota Dewan “Nyabu” Kembali Berkantor di Gedung DPRD

Menurut Gusti Rupa teh dari daun kopi memiliki banyak manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh, salah satunya untuk mencegah asam lambung. Daun kopi juga bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh karena memiliki kandungan zat antibodi yang cukup tinggi.

Itu terbukti dengan daya tahan daun kopi yang kuat dari serangan hama maupun penyakit. “Kebanyakan orang-orang takut ngopi karena asam lambung naik. Tapi saya meyakini di setiap tanaman, termasuk kopi ada penangkalnya. Untuk kopi penangkalnya ada pada daunnya,” ujarnya.

Keyakinannya itu juga diperkuat dari hasil konsultasi yang dilakukannya ke beberapa pihak yang ahli di bidang pertanian yang menyatakan daun kopi memang memiliki zat antibodi yang cukup tinggi.

Selain teh berbahan daun kopi, ia juga mengatakan dirinya juga mencoba membuat teh berbahan kulit biji kopi dan benalu kopi. Menurutnya, kandungan yang dimiliki dari benalu kopi yang selama ini dianggap sebagai tumbuhan pengganggu, sangat baik bagi kesehatan tubuh terutama untuk mencegah penyakit kanker.

Hanya saja untuk memproduksi teh benalu kopi dalam jumlah banyak, Gusti Rupa terkendala pada bahan baku yang terbatas. Selama ini semua produk inovasi olahannya yang berbahan limbah tanaman kopi dipasarkan melalui pameran dan dipromosikan langsung ke masyarakat.

Ia mengaku sejauh ini beberapa produk olahannya itu sudah mulai diminati. Peminatnya tidak hanya dari masyarakat lokal namun juga luar Bali, seperti Bondowoso dan beberapa daerah lainnya di Pulau Jawa. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.