Ribuan masyarakat saat mengunjungi obyek desa Wisata Penglipuran padsa Manis Galungan, Kamis (30/5). (BP/eka)

BANGLI, BALIPOST.com – Obyek Wisata Desa Penglipuran di Kelurahan Kubu, Bangli rupanya masih menjadi tempat favorit bagi masyarakat sebagai lokasi untuk berlibur. Seperti yang terlihat pada Manis Galungan, Kamis (31/5), ribuan warga dari berbagai wilayah memadati tempat wisata yang terkenal dengan kebersihan lingkungannya itu. Sedangkan obyek wisata Mahapraja di Banjar Puraja, Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli yang tergolong baru juga mulai ramai di datangi pengunjung.

Pantauan di Penglipuran, pungunjung mulai ramai datang sejak pukul 08.00 Wita. Kendaraan roda dua dan roda empat terus berdatangan ke objek wisata ini. Pengunjung lebih didominasi oleh anak -anak remaja bersama pasangannya. Selain anak muda, rombongan keluarga juga ramai berkunjung. Mereka menikmati keindahan Desa Penglipuran sambil berswa foto.

Pengelola Desa Wisata Penglipuran I Nengah Moneng mengatakan, pengunjung mulai ramai sejak pukul 08.00 Wita. Kata dia, jumlah pengunjung yang datang hampir sama dengan tingkat kunjungan saat Galungan enam bulan lalu.

“Kita belum hitung jumlah kunjungan yang datang. Tapi, kalau dilihat tingkat kunjungan hampir sama dengan Manis Galungan enam bulan lalu. Tidak ada peningkatan yang signifikan,” sembari mengatakan kalau Desa Penglipuran sejauh ini masih menjadi salah satu obyek wisata favorit untuk dikunjungi masyarakat ketika manis Galungan.

Baca juga:  Pasca Festival, DTW Jatiluwih Tak Hanya Fokus Pada Kunjungan

Sementara itu,  pengelola obyek wisata Mahapraja, I Ketut Nuadi Indra Sastrawan didampingi istrinya Ni Luh Ade Pica mengungkapkan, jika tingkat kunjungan mengalami peningkatan dari hari-hari biasa. Kata dia, sampai pukul 15.00 wita ini, kunjungan yang datang kurang lebih mencapai 1.500 pengunjung. Dari Jumlah itu, pengunjung di dominasi anak-anak remaja dan rombongan keluarga.

“Pengunjung sudah mulai berdatangan sejak pukul 10.00 Wita. Jumlah ini kemungkinan bakal terus bertambah sampai sore. Jumlah ini kemungkinan sedikit meningkat dibandingkan saat ngembak geni yang jumlah mencapai 1.700 orang. Kalau sekarang tingkat kunjungannya bisa lebih banyak dari itu, karena kalau dilihat pengunjung yang datang lebih banyak,” ucapnya. (eka prananda/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.