Suasana di Desa Bayung Gede, salah satu desa wisata di Bangli. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Bantuan dana Alokasi Dana Desa (ADD) dari pemerintah daerah dan Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat untuk masing-masing desa di Kabupaten Bangli nominalnya cukup besar. Untuk ADD dialokasikan untuk pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara DD khusus untuk pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, pemkab mendorong ADD bisa dipergunakan untuk mengelola desa wisata yang memang memiliki potensi untuk dikembangkan oleh desa.

Penggunaan ADD untuk pengelolaan desa wisata ini ditegaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangli I Dewa Agung Bagus Riana Putra. Menurut Riana, besarnya bantuan ADD dan DD untuk desa diharapkan mampu diperuntukkan dengan baik oleh desa di dalam membangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan begitu, setiap desa bisa lebih berkembang sehingga mampu menurunkan angka kemiskinan di masing-masing desa. Termasuk pemberdayaan warga miskin dalam hal ini memberikan lapangan pekerjaan ketika dilakukan pembangunan di desa. “Dengan adanya bantuan ini dapat menekan kemiskinan dan mampu meningkatkan pendapatan desa,” ucapnya.

Baca juga:  30 Ribu Inovasi Pemberdayaan Ekonomi Desa Dipamerkan di GWK

Menurut dia, ADD yang digelontorkan oleh pemerintah daerah bisa untuk pengeloaan desa wisata di setiap desa jika memang memiliki potensi untuk dikembangkan. Misalnya untuk membangun jalan menuju objek wisata dan yang lainnya. “ADD dapat dipergunakan untuk memperluas obyek wsiata di desa. Segala potensi yang dapat dikembangkan bisa dikembangan di desa. Maka dari itu, dibutuhkan motivasi untuk pengembangan itu. Jadi, pada intinya ADD dapat dipergunakan untuk pengelolaan desa wisata. Sementara untuk DD dari pmerintah pusat khusus untuk pemberdayaan desa,” tegasnya. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.