Suasana pengamanan di Pelabuhan Gilimanuk yang kini diperkuat aparat TNI. (BP/kmb)

NEGARA, BALIPOST.com – Pasca terjadinya serangkaian aksi teror bom di Surabaya dan Sidoarjo, aparat keamanan memperketat pengamanan pelabuhan. Kini pemeriksaan dan pengamanan di pintu masuk Bali tidak hanya dilakukan polisi namun juga TNI.

Apel gabungan TNI-Polri di Pelabuhan Gilimanuk, digelar Selasa (15/5). Apel dihadiri oleh Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok, Kapolres Jembrana AKBP Budi Perdamaean Saragih dan Danyon Mekanis 741/GN Letkol Inf Rudy Markiano Simangunsong serta Danramil 1617-03/Melaya Kapten Inf Adwan, Danpos TNI- AL Lettu Agus dan Kapolsek KP3 Gilimanuk Kompol I Nyoman Subawa.

Dandim1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok dalam apel gabungan tersebut menyampaikan, Pelabuhan Gilimanuk adalah salah satu pintu masuk Bali. “Dengan demikian sudah seharusnya kita melakukan pengamanan ketat terlebih terkait terjadinya serangkaian aksi teror bom bunuh diri di Jawa Timur dan wilayah lainnya,” katanya.

Kegiatan pengamanan maupun pengawasan yang dilaksanakan oleh TNI adalah merupakan back up terhadap Polri dalam melaksanakan Pengamanan. Pihak TNI mempertebal kekekuatan pengamanan dengan penambahan anggota diantaranya 4 orang dari Pos TNI-AL, 1 orang anggota Subdenpom IX/3-2 Jembrana, dari Kodim 1617/Jembrana sebanyak 5 orang anggota dan Yonif Mekanis 741/GN sebanyak 10 orang. “Kita amankan setiap jengkal tanah Bali, maka kepada para anggota TNI dan Polri yang bersenjata saya harap dapat lebih jeli dan waspada dalam membantu mengawasi serta dapat mengawal rekan-rekan kita yang sedang memeriksa barang-barang dan surat- surat baik penumpang maupun barang dalam kendaraan,” tegas Dandim.

Baca juga:  Puncak Mudik Lebaran, Pemotor di Gilimanuk Berjemur Hingga 2 Jam

Kapolres Jembrana AKBP Budi Perdamaean Saragih menegaskan, pengamanan di Pelabuhan Gilimanuk ini agar selalu dapat bersinergi antara TNI maupun Polri sehingga pelaksanaan pengamanan senantiasa dapat berjalan dengan baik dan kompak.

Sebelumnya, Kapolres Jembrana menyampaikan bahwa dalam rangka menjaga stabilitas keamanan pasca terjadinya serangkaian aksi teror bom di Jawa Timur, aparat keamanan dari jajaran Kepolisian di wilayah Kabupaten Jembrana menambah pengamanan sebanyak 50 orang. Di areal Pelabuhan Gilimanuk meliputi Pos I dan Pos II dengan rincian Polres Jembrana menambah personil pengamanan di Pelabuhan Gilimanuk dari 23 personil kini menjadi 27 personil.

Pengamanan juga dibackup oleh 10 personil Brimob bersenjata laras panjang dari Satbrimob Bataliyon C Polda Bali di Gilimanuk. “Penebalan personil ini, dilakukan dengan pengamanan yang ditingkatkan, kita awasi pintu masuk pulau Bali,” jelasnya.

Selain markas dan pelabuhan Gilimanuk, objek vital lain seperti tempat ibadah serta tempat keramaian lainnya yang sekiranya menjadi sasaran pelaku terorisme juga diperketat. Pelaksanaan pengamanan di Pelabuhan Gilimanuk juga diawali langkah koordinasi dengan pihak otoritas Pelabuhan ASDP Gilimanuk dan langsung memantau pemeriksaan barang maupun penumpang dan pemeriksaan terhadap barang maupun penumpang di setiap pos pemeriksaan yang ada di Pelabuhan Gilimanuk. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.