Personel Brimob bersiaga saat dilakukannya penggeledahan oleh Tim Densus 88 di kediaman terduga pelaku bom bunuh diri Polrestabes Surabaya, di Tambak Medokan Ayu, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/5). (BP/ant)

SURABAYA, BALIPOST.com – Peristiwa baku tembak yang terjadi Selasa (15/5) petang merupakan pengembangan tertangkapnya sejumlah terduga teroris yang menjadi bagian dari aksi peledakan di sejumlah lokasi di Surabaya. Dikatakan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, aksi antara aparat Densus 88 dengan terduga teroris di Jalan Sikatan, Manukan Wetan, Tandes, Surabaya, ini menyebabkan tewasnya 1 orang terduga teroris.

“Tembak-tembakan ini karena pelaku melawan petugas dan membahayakan petugas,” ujarnya.

Barung mengatakan Densus melakukan pengembangan setelah menangkap 9 orang pada Senin (14/5) malam yang diduga terkait dengan peledakan di sejumlah lokasi di Surabaya. Pada Senin malam terjadi penggerebekan di wilayah Krukah.

Rentetan bom mengguncang beberapa tempat di Surabaya. Aksi teror bom bunuh diri terjadi di tiga gereja Surabaya disusul ledakan di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo, Minggu (13/5). Pada Senin (14/5), serangan bom bunuh diri juga terjadi di Mapolresta Surabaya.

Baca juga:  Ini, Peraih Nilai Tertinggi UN SMA di Bali

Pada Selasa, polisi juga menggerebek rumah keluarga “bomber” Mapolresta Surabaya. Di rumah itu ditemukan bahan peledak.

Kepala Polrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan polisi menemukan sekotak peledak di rumah pelaku bom bunuh diri di Tambak Medokan Ayu Gang 6 Nomor 2 A, Rungkut, Kota Surabaya.

Tri Murtiono bersama istrinya Tri Ernawati serta anak mereka yang bernama Muhammad Dafa Amin Murdana, Muhammad Dana Satria Murdana dan Aisya Azahra Putri secara bersamaan meledakkan bom bunuh diri di depan pintu masuk kantor Polrestabes Surabaya pada Senin (14/5). Akibat ledakan itu Tri Murtiono, istri dan dua anaknya tewas. Sementara, putrinya Aisya berhasil diselamatkan oleh petugas kepolisian. (Bambang Wiliarto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.