Tim gabungan Densus 88, Bhabinkamtibmas, pecalang dan Linmas mendatangi rumah wanita bercadar.(BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Video pengendara sepeda motor bercadar viral di media sosial (medsos), langsung ditindaklanjuti kepolisian, Senin (14/5). Tujuannya supaya tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Hasil penelusuran anggota Densus 88, Bhabinkamtibmas, pecalang dan Linmas, wanita tersebut tinggal di Jalan Pendidikan, Denpasar Selatan (Densel). Polisi tidak menemukan hal-hal mencurigakan.

“Kepolisian wajib menelusuri kebenaran informasi di medsos. Agar tidak bias dan memastikan benar atau tidak informasi tersebut. Tujuannya agar Bali tetap aman dan kondusif,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja.

Terkait beredarnya foto laki-laki terkait jaringan teroris dikabarkan masuk Bali, Hengky Widjaja belum berani memastikan kebenarannya. Namun pihaknya tetap melakukan penelusuran dan antisipasi.

Informasi di lapangan, wanita bercadar dibonceng pria tersebut dibuntuti anggota hingga ke rumahnya di Jalan Pendidikan, Densel. Setibanya di sana, petugas melakukan pemeriksaan identitas wanita tersebut berinisial Su dan suaminya, Wa. Pasutri ini memiliki empat anak dan sudah lama tinggal di alamat tersebut. Rumah tersebut milik mereka dan sudah ber-KTP Bali.

Baca juga:  Transaksi 7.600 Butir Pil Koplo, Polisi Amankan Tiga Pemuda

Wa bekerja sebagai sopir pribadi pemilik toko emas di Jalan Kalimantan, Denpasar. “Karena tidak ada hal-hal mencurigakan, polisi langsung meninggalkan rumah tersebut,” ungkap sumber.

Selain itu beredar juga foto di medsos wanita bercadar bersama anaknya duduk di areal GOR Ngurah Rai, Denpasar.  Menurut Kabid Humas, wanita tersebut sempat diperiksa tapi tidak ada hal mencurigakan dan langsung dilepas. “Setelah ditelusuri wanita itu kos di Jalan Gunung Batur, Denpasar Barat (Denbar). Dia kos di sana lebih dari sebulan,” kata Kanitreskrim Polsek Denbar Iptu Aan Saputra.(kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.