Sejumlah sepeda motor hangus terbakar di lokasi ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Surabaya. (BP/ant)

BANYUWANGI, BALIPOST.com – Mobil Toyota Avanza yang digunakan pelaku bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) dibeli di Banyuwangi. Mobil tersebut dikendarai Dita Upriyanto (47), suami dari Puji Kuswati (43), anak juragan jamu terkenal asal Dusun Krajan RT3/16, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar untuk meledakkan gereja itu.

Dari informasi yang dihimpun, mobil itu dibelikan ayah kandung Puji Kuswati, H. Koesni. Ternyata, sebelum dibelikan mobil Toyota Avanza, orangtua Puji Astuti sempat dua kali membelikan mobil pada keluarga “bomber” tersebut. Namun, dijual.

Kemudian, keluarga di Banyuwangi kembali membelikan mobil, tanpa diberikan BPKB. “Keluarga kecewa, karena dua kali dibelikan mobil, lalu dijual dengan alasanya yang kurang jelas. Akhirnya, dibelikan lagi, tapi tidak diberi BPKB. Mobil itu yang diduga dipakai pelaku,” kata Rusiono, perwakilan keluarga pelaku di Desa Tembokrejo, Muncar, Senin (14/5).

Meski sejak kecil diasuh bude (tante) nya di Magetan, kata Rusiono, keluarga di Banyuwangi selalu peduli dengan keluarga Puji Kuswati. Bahkan, pelaku sempat dibelikan rumah seharga Rp 600 juta di Surabaya. “Tapi soal mobil, keluarga tak tahu menahu. Keluarga hanya ingin membelikan untuk kepentingan keluarga,” jelasnya.

Baca juga:  Tarik Wisatawan, Desa Ini Andalkan "Setra" Ari-ari

Pihak keluarga juga menyayangkan aksi keji pengeboman Gereja tersebut. Apalagi, pelaku mengajak keempat anaknya dalam aksi bunuh diri tersebut.

Menurut Rusiono, pihak keluarga di Banyuwangi, mengetahui kejadian bom keluarga tersebut dari media. Hingga kini, keluarga masih syok dengan kejadian tersebut. Mereka juga tertutup.

Seperti diberitakan, bom bunuh diri di tiga Gereja di Surabaya, Minggu (13/5), ternyata dilakukan oleh satu keluarga. Masing-masing, Dita Upriyanto, Puji Kuswati dan keempat anaknya. Yakni, Yusuf Fadil, Firman Halim dan kedua anak perempuan, Fadhila dan Pamela Riskita.

Mereka beraksi bersamaan. Dita Upriyanto beraksi menggunakan mobil di Gereka Pantekosta Pusat, Surabaya, Puji Kuswati beraksi bersama dua putrinya Fadhila dan Pamela Riskita di Gereja Kristen Indonesia Diponegoro, sedangkan Yusuf Fadil dan Firman Halim meledakkan diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya. (Budi Wiriyanto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.