MANGUPURA, BALIPOST.com – Menyambut pelaksanaan IMF-WB Annual Meeting Oktober mendatang, kawasan ITDC Nusa Dua terus berbenah. Salah satunya penataan Pantai Selagan Nusa Dua, yang sebelumnya terkena abrasi.

Managing Director The Nusa Dua, Wayan Karioka, Jumat (11/5) mengatakan, saat ini di sekitar pantai Selagan Nusa Dua, sedang dilaksanakan penanganan abrasi fase 2. Pengerjaannya dilakukan dengan pemasangan Geobag di sekitar pantai Selagan, Nusa Dua. “Penataan ini dilakukan untuk menjaga kualitas pantai ITDC agar selalu indah,” ucapnya.

Dijelaskannya, untuk paket pekerjaan ini terdiri dari 3 jenis pekerjaan utama yaitu, pekerjaan jembatan menuju pulau Nusa Dharma dengan menggunakan batu Armour, sepanjang 37 meter. Kemudian Pekerjaan revetment pantai dengan menggunakan Geobag, sepanjang 415 meter. Ketiga, pekerjaan Jalan setapak sepanjang 450 meter dengan lebar 3 meter menggunakan material batu andesit.

Selain penanganan abrasi, pihaknya juga melakukan penataan yang berkaitan dengan waterblow. Diakuinya, dulu di kawasan Waterblow, wisatawan sering mengalami kecelakaan akibat ketidaktahuan terhadap medan di sana. “Untuk itu, masalah keamanan dan juga pengawasan menjadi perhatian serius saat ini,” tegasnya.

Baca juga:  Aktivitas Masih Tinggi, Jumlah Gas SO2 Gunung Agung Dua Kali Lipat Sinabung

Untuk keamanan dan pengawasan, ke depan pihaknya akan menyiapkan asuransi untuk pengunjung. Namun dengan catatan, wisatawan yang berkunjung akan dikenakan retribusi. “Ini kami lakukan supaya jangan ada kesan bahwa pengunjung merasa tidak terurus,” pungkasnya.

Sementara untuk rencana pembangunan marina, saat ini proses administrasi sedang berjalan. Karena konstruksinya cukup berat maka pengerjaanya ditargetkan setelah IMF. Tetapi proses perizinan ke pusat dan provinsi, amdal, dan desain terus berjalan.

Sedangkan, untuk gedung command center juga dalam proses pengerjaan, dengan luas lahan 3 are terdiri dari dua lantai. Seluruh penataan, kata Karioka ditarget selesai bulan Agustus mendatang. “Security juga nanti menggunakan gedung itu. Tetapi digunakan sebagai pusat saja. Sementara anggotanya tetap menyebar kesejumlah titik yang sudah ditentukan,” tambahnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.