Tidak sengaja membakar sisa potongan dahan bambu, atap Pelinggih Kemulan milik Putu Bagiasa warga Dusun Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk, Lovina terbakar Kamis (10/5) sekitar pukul 15.00 wita. (BP/mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Tidak sengaja membakar dahan bambu di dekat rumah, pelinggih kemulan milik Putu Bagiasa, warga Dusun Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk, Lovina terbakar Kamis (10/5). Sebagian atap pelinggih yang terbuat dari ijuk terbakar dengan cepat sekitar pukul 15.00 wita. Beruntung, api cepat dipadmakan setelah satu unit mobil Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng tiba di loaksi untuk memadamkan api.

Anak dari pemilik rumah Ayu Dwi Mahardani di lokasi kejadian menuturkan, sebelum kejadian dirinya sedang membakar sampah bekas potongan bambu di sebalah timur rumahnya. Semak yang kering dan angin kencang bertiup api dengan cepat membakar semak kering tersebut.

Celakanya, angin pun menerbangkan sampah yang terbakar kemudian mengenai atap ijuk peligngih kemulan yang berada tidak jauh di lokasi korban membakar sampah. Percikan api itu kemudian membesar hingga, Mahardani terkejut melihat api berkobar di atas atap pelinggih kemulan tersebut.

Saat itu, dia bersama kerabatnya langsung menyiram kobaran api tersebut. Khawatir api tidak bisa dipadamkan, dia kemudian meminta bantuan ke Dinas Damkar Buleleng. “Awalnya saya kira kabel listrik yang melintasi di atas pelinggih terbakar. Setelah didekati api dari pembakaran sampah itu merembet ke atap pelinggih. Saudara membantu menyiram dan sambil minta pertolongan ke pemadam dan sukur api sudah bisa padam dan tidak semua atap pelinggih terbakar,” katanya.

Baca juga:  Percikan Api Dupa Hanguskan Bangunan Balai Daja

Anggota pemadam Ketut Putra Armawan mengatakan, sekitar satu jam kemudian api yang membakar peligngih kemulan tersebut dapat dipadmakan. Pemadaman ini dilakukan dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam. Selain itu, pihaknya juga memadamkan titik api yang membakar dahan bambu yang sebelumnya dibakar oleh korban. “Kami dapat laporan dari pemili rumah dan pertama kami padamkan api yang membakar pelinggih. Setelah itu, api yang membakar bambu itu kami padmakan menghabiskan satu unit mobil pemadam dari Pos Singaraja,” tegasnya.

Selama proses pemadaman, arus lalulintas Singaraja-Seririt sempat terganggu. Ini karena tepat di atas jembatan petugas memarkir kendaraan untuk menyemprot api dari atas jembatan. Kendaraan dari dua arah pun harus melintas bergiliran, sehingga arus lalu lintas sempat terganggu. Setelah pemadaman berakhir, arus lalu lintas pun kembali normal. (mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.