JOGJAKARTA, BALIPOST.com – Ratusan GM hotel dari berbagai daerah di Indonesia kumpul di Jogjakarta selama 3 hari, mulai 4 hingga 6 Mei. Mereka yang tergabung dalam Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) menggelar Rakernas I.

Kegiatan yang mengusung tema “Budaya untuk Pariwisata dan Pariwisata untuk Budaya” ini diharapkan bisa menjadikan pelaku perhotelan untuk menggali dan mengangkat budaya untuk menghidupkan pariwisata.
IHGMA ingin menjadikan aspek budaya sumber inspirasi dan inovasi dalam melaksanakan kegiatan ataupun programa kerja di Industri hospitaliti, juga mengaktualisasikan dan mengedepankan kearifan kegiatan Budaya Lokal menjadi berkelas dan mendunia.

Total terdapat sekitar 350 executive hotelier dari anggota IHGMA seluruh Indonesia hadir. IHGMA yang resmi terbentuk dan dikukuhkan di Bali pada 20 April 2016 sendiri beranggotakan hampir 800 Hotel Manager atau General Manager dari hotel maupun villa. IHGMA memiliki 25 DPD tersebar di seluruh Indonesia.

Acara dibuka oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Hadir pula I Putu Laksaguna, President Lembaga Profesional Pariwisata Indonesia dan sekaligus Sekretaris Komisi Otorisasi Sertifikasi Usaha Pariwisata, Sri Purnomo, Bupati Sleman, dan Ir Aris Riyanta MSi, Kepala Dinas Pariwisata DIY.

Dalam kesempatan tersebut Sri Sultan Hamengkubuwono menyatakan di era penuh kejutan ini, pelaku perhotelan harus selalu siap untuk bergerak maju, kalau tidak mau tertinggal karena sesungguhnya pariwisata untuk pengembangan budaya. “Budaya unggul, baik yang memiliki daya – ungkit nasional, maupun daya saing global,” kata Sri Sultan.

Sementara itu, Wishnu HS Al Bataafi, Ketua Umum DPP IHGMA, menargetkan dapat membina atau mengajar 700 Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) Pariwisata di seluruh Indonesia. Di samping SMK, IHGMA juga mengajar di Politeknik Pariwisata. “Nantinya siswa-siswa SMK dan Polteknik Pariwisata ini akan siap masuk kerja di bidang perhotelan,” ujarnya.

Baca juga:  Kongres Nasional I IHGMA, Bahas Pengembangan Pendidikan Vokasi
Sejumlah pelaku perhotelan mengikuti Rakernas IHGMA I di Jogjakarta. (BP/ist)

Wishnu  menambahkan saat ini sudah berhasil membina 140 SMK Pariwisata. Selain membina SMK Pariwisata, IHGMA juga melakukan pembinaan atau mengajar di Politeknik Pariwisata.

Lebih jauh Wishnu menjelaskan beberapa DPD yang sudah melakukan pembinaan atau mengajar di SMK, antara Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Barat serta Sumatera Utara. Sedangkan GM yang sudah mengajar sejumlah 300 GM. “Anggota IGHMA yang memberikan pembinaan atau mengajar di indutri pendidikan semuanya sudah bersertifikasi ahli perhotelan yang mana sertifikasinya setara dengan S2,” jelas GM Ahzima Hotel Solo ini.

Ditambahkannya dari 800 anggota IHGMA, saat ini sudah ada 200 anggota yang bersertifikasi ahli perhotelan. Ke depan, secara bertahap semua anggota bisa memiliki sertifikat dan di hingga akhir tahun ini ditargetkan ada tambahan 300-400 anggota. “Saya juga berharap peraturan Kementerian Pariwisata tidak berubah sehingga target kita bisa terpenuhi,” harapnya.

Suasana pelaksanaan Rakernas IHGMA I di Jogjakarta. (BP/ist)

Sementara itu Ketua Panitia Rakernas I IHGMA, Herryadi Baiin mengatakan kegiatan ini diikuti pula asosiasi lainnya serta pelaku wisata. “Dengan kegiatan ini IHGMA ingin memberikan kontribusi nyata dalam mensukseskan program pemerintah dalam bidang kepariwisataan baik jangka pendek maupun jangka panjang,” imbuhnya.

Dengan prinsip-prinsip profesionalitas, integritas, dan networking, IHGMA berkomitmen menerapkan strategi bisnis yang berdayaguna untuk kelangsungan industri pariwisata. Sehingga perekonomian daerah dan nasional bisa meningkat. (Diah Dewi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.