Dayu Uthari. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Rasa bangga campur haru menyelimuti hati Ida Ayu Kade Dwi Uthary (18), saat namanya dipanggil oleh Kepala SMKN 1 Tabanan di sela rangkaian kegiatan pelepasan siswa kelas XII, Rabu (2/5). Siswi berparas cantik jurusan Akuntansi ini diumumkan meraih nilai tertinggi (3 besar) Ujian Nasional tahun ajaran 2017/2018 tingkat Provinsi Bali.

Prestasi membanggakan ini tentu saja menjadi kado spesial bagi seluruh jajaran SMKN 1 Tabanan. Tidak hanya pihak sekolah, Ida Ayu Kade Dwi Uthary juga mengaku merasa tidak percaya jika dirinya bisa menjadi yang terbaik bahkan di tingkat provinsi Bali. “Sempat tidak percaya, tetapi saat nama saya dipanggil oleh bapak kepala sekolah untuk maju ke depan ke atas panggung, ada rasa bangga dan haru. Sungguh perasaan yang luar biasa bagi saya,” ucapnya.

Bagi putri kedua pasangan Ida Bagus Ketut Manuaba dan Ida Ayu Kade Nuasih, tidak ada persiapan khusus yang dilakukannya jelang pelaksanaan ujian nasional. Bahkan porsi belajar, sama dengan pelaksanaan ujian sekolah dan ujian lainnya.

Hanya saja, jika kecenderungan mata pelajaran matematika menjadi mata uji yang sangat ditakuti sebagian besar siswa, baginya justru menjadi mata pelajaran yang paling disukainya. Ia juga mengikuti klub matematika di sekolah. “Kalau tingkat kesulitan soal ujian nasional kemarin, Bahasa Indonesia yang paling sulit karena soalnya membuat bingung. Kalau matematika saya memang senang sejak SMP,” terangnya.

Baca juga:  Vokasi Diperbanyak, Guru Jangan Hanya Tahu Teori

Karena kecintaanya akan matematika dan berhitung membuat dara cantik ini bercita-cita melanjutkan pendidikannya ke Politeknik untuk bisa tetap mengembangkan keahliannya di jurusan akuntansi. “Cita-citanya ingin bekerja di perbankan atau yang berhubungan dengan berhitung,” ucapnya.

Sementara itu Kepala SMKN 1 Tabanan, I Wayan Sudarsana, S. Pd. M.Si juga sangat merasa bangga akan prestasi yang berhasil ditorehkan salah satu siswinya. Apalagi prestasi yang diraih tertinggi di tingkat Bali.

Diharapkan raihan kali ini merupakan ‘pancingan’ raihan prestasi lainnya. Paling tidak, bisa terus mempertahankan prestasi yang telah diraih tahun ini. “Bersyukur sekali, karena tidak pernah bermimpi dapat nomor satu, apalagi saingan cukup berat, ada SMK 1 Singaraja dan SMK 2 Denpasar, di tiap lomba LKS selalu kejar-kejaran dengan mereka nilainya,”ucapnya.

Diakuinya, Dayu Kade Dwi Uthary memang merupakan salah satu siswi berprestasi di sekolah. Terbukti sejak kelas X sudah berhasil meraih juara umum. Hanya saja karena persaingan yang cukup ketat dengan prestasi siswa lainnya di SMKN 1 Tabanan, yang bersangkutan di kelas XI sempat tidak mendapatkan juara.

Namun, ia tidak patah semangat dan terus memacu dirinya untuk mengejar ketertinggalannya. “Anak ini memang suka belajar bahkan masuk klub matematika,” katanya. (Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.