Sebuah excavator tengah melakukan normalisasi. (BP/sos)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pendangkalan Tukad Unda di wilayah Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung mencapai 3,5 meter. Itu terjadi setelah erupsi Gunung Agung. Material berupa pasir banyak datang dari kawasan hulu hingga rata dengan cek dam yang menjadi akses menuju warga diseberang yang mencapai 132 KK. “Pendangkalan ini menyebabkan air naik ke cek dam,” ungkap Perbekel Tangkas, I Wayan Tilem, Kamis (26/4).

Akses yang demikian, kata dia menyebabkan kendaraan kerap tidak bisa melintas, salah satunya pengangkut sampah ke TPS. Demikian pula saat ada upacara ngaben, masyarakat yang membawa bade sulit menuju setra. “Karena akses seperti itu, cukup berdampak untuk masyarakat. Seperti yang sakit atau akan melahirkan. Untuk yang ke setra, juga harus mencari jalur lain,” katanya.

Menuju permukiman, warga hanya memanfaatkan jembatan yang ada di hulu. Cukup sempit, hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Mengatasi itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida terkait normalisasi. Berdasarkan pantauan, Itu sudah berjalan. Namun baru di sekitar cek dam dengan tujuan untuk memperlancar aliran air. Sementara untuk titik lain belum tersentuh.

Baca juga:  Imbas Penutupan Irigasi dari Tukad Unda Berpotensi Minus Beras

Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Perumahan Klungkung, I Made Jati Laksana mengatakan penanganan sudah sempat dibahas bersama sejumlah instansi maupun desa. “Disepakati Desa Tangkas mengajukan permohonan izin ke Dinas Perizinan. BWS akan memberikan batas-batas yang boleh digali,” jelasnya.

Pejabat asal Desa Kamasan, Klungkung ini menyampaikan pendangkalan sekitar 3,5 meter. Terjadi sampai di sekitar jembatan By Pas Ida Bagus Mantra. “Untuk di jalur Desa Tangkas, semua mendangkal,” pungkasnya. (sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.