Devy Kamil Syahbana. (BP/dok)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mewanti-wanti masyarakat untuk tidak nekat mendaki Gunung Agung apalagi sampai ke areal puncak. Kerena meskipun saat ini aktivitas gunung setingi 3.142 mdpl itu relatif menurun namun belum sepenuhnya stabil dan potensi erupsi masih bisa terjadi.

Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Dr. Devy Kamil Syahbana, Rabu (25/4), minta masyarakat mengindahkan rekomendasi yang diterbitkan Magma-Var Indonesia. Saat ini Gunung Agung masih di level III Siaga dan radius 4 km dari puncak harus dikosongkan dari aktivitas manusia. “Potensi erupsi masih ada meskipun kecil,” katanya.

Seruan tersebut dilontarkan menyusul maraknya aksi pendakian belakangan ini. Terakhir Selasa (24/4) lalu, 15 orang warga Banjar Temukus, Desa Besakih, Rendang, naik ke puncak Gunung Agung.

Mereka tak sekedar mendaki tapi disertai aksi mengukur kedalaman kawah. Salah seorang pendaki, Wayan Sudiana, mengaku nekat mendekat ke kawah untuk menjawab keresahan warga yang selama ini dihebohkan kabar bahwa kedalaman kawah Gunung Agung tinggal beberapa meter saja. “Kami ukur pakai tali, kedalaman dari tebing terendah lebih dari 130 meter,” ungkap Sudiana menerangkan hasil dari aksi beraninya itu.

Baca juga:  Hujan Sejak Pagi, Ruas Jalan Bypass Ngurah Rai Terendam

Sudiana mengaku paham aksi yang dilakukan sangat berbahaya. Dia mengaku terpanggil mencari gambaran langsung karena saat ini warga Temusuk sudah ada yang kembali membeli bibit ternak dan bercocok tanam.

Devy mengatakan seharusnya tidak ada yang boleh naik ke puncak dengan alasan apapun. Dia ingin masyarakat bersabar untuk tidak nelakukan pendakian sampai Gunung Agung sepenuhnya kembali normal.

Menurut dia, PVMBG memberi rekomendasi adalah menjalankan tugas pemerintah demi keselamatan masyarakat. “Gunung Agung hanya meminta waktu sebentar saja, kita diminta sedikit bersabar,” imbaunya. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.