DENPASAR, BALIPOST.com – Berbagai cara dilakukan jajaran Ditlantas Polda Bali guna menjaga keselamatan di jalan raya. Biasanya Polisi Lalu Lintas (Polantas) kerap membagikan helm kepada masyarakat pengendara motor. Namun kali ini sangat berbeda dengan biasanya.

Polantas kini menyasar tukang sapu di jalan raya di seputaran Denpasar untuk dibagikan rompi safety, Rabu (25/4). Hal ini dilakukan guna menjaga keselamatan mereka dari kecelakaan.

Dirlantas Polda Bali Kombes Pol. A. A Made Sudana menjelaskan dirinya mendapat inovasi untuk membagikan rompi safety kepada tukang sapu di jalan raya ini secara spontan. Saat berkeliling di seputaran Denpasar, ia banyak melihat tukang sapu bekerja hingga malam. “Di tengah lalu lintas yang padat, saya melihat kondisi itu sangat berbahaya. Mereka (tukang sapu-red) hanya mengenakan pakaian seperti biasanya, baju dan celana hijau. Artinya, tidak ada tanda pada dirinya yang sedang bekerja di jalan,” kata Kombes Sudana.

Baca juga:  Operasi Patuh Berakhir, Korban Meninggal Meningkat

Dari sanalah mantan Kapolresta Denpasar ini memunculkan inisiatif untuk membagikan rompi safety kepada mereka. Dengan rompi ini, mereka bisa dilihat oleh pengendara bahwa sedang menyapu atau membersihkan sampah di jalan raya. ” Dengan memakai rompi safety ini, sedikit tidaknya mereka bisa terjaga dari ancaman kecelakaan. Sebab, rompi ini dilengkapi dengan stiker yang bisa menyala. Apalagi di malam hari sangat jelas stiker itu menyala dengan terang,” ungkapnya.

Pembagian rompi safety ini sudah dilakukan sejak Rabu (25/4). Sejumlah anggota Polantas dikerahkan ke lapangan untuk membagikan, termasuk juga sejumlah perwira seperti Kasat PJR Ditlantas Polda Bali AKBP Made Suarjana. “Kamu terjun ke lapangan. Kalau ketemu ada tukang sapu yang sedang bekerja di jalan langsung kami bagikan. Termasuk juga memberikan mereka imbauan. Untuk selanjutnya, kami menyediakan 500 rompi dan akan dibagikan kepada mereka,” imbuhnya. (Pramana Wijaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.