JAKARTA, BALIPOST.com – Malaria masih menjadi masalah kesehatan serius yang dihadapi Indonesia. Meskipun sudah menangani malaria sejak puluhan tahun, namun pemberantasan belum bisa dilakukan.

Bertepatan dengan Hari Malaria Sedunia jatuh pada tanggal 25 April, Kementerian Kesehatan menyebutkan Malaria masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang sejak dahulu belum bisa diberantas, terutama Papua, Papua Barat dan NTB. Tingkat prevalansi penyebaran masih cukup tinggi.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, sampai akhir 2017 masih ada 248 kabupaten dan kota yang masih harus berjuang melawan malaria dengan 261.617 kasus, 100 di antaranya meninggal dunia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan RI, dr Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc menyebutkan ada lima provinsi yang belum berhasil mengeliminasi malaria. Yaitu NTT, Papua, Maluku, Papua Barat, dan Maluku Utara.

Baca juga:  Kuatkan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi, Ini Arahan Kakanwil Kemenkumham Bali

Sedangkan Bali dengan tingkat pendatang yang sangat tinggi bisa mencapai eliminasi malaria dengan tidak adanya endemis rendah, menengah, maupun tinggi. “Kenapa Bali bisa nol (endemis)? Ini karena mereka bisa mencegah penularan,” ujar dr Jane di Gedung Adyatma Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (23/4).

Di provinsi DKI Jakarta dan Jawa Timur pun sudah mencapai eliminasi malaria. Sedangkan Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Barat masih belum terbebas dari penyakit ini meskipun daerah endemisnya tergolong rendah. “Jawa Timur yang wilayahnya sangat luas saja bisa mengeliminasi malaria. Seharusnya Jawa Tengah juga bisa mencapai eliminasi,” tutur dr Jane.

Namun secara keseluruhan, dr Jane mengatakan bahwa pencapaian tingkat eliminasi di Indonesia lebih baik dibandingkan negara Asia Pasifik lainnya. (kmb/balitv)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.