AMLAPURA, BALIPOST.com – Rangkaian karya Ida Batara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Besakih berakhir Sabtu (21/4). Akan ditutup dengan ritual penyineban.

Dalam prosesi tersebut, pralingga Ida Batara dari 25 komplek pura yang sudah nyejer selama 21 hari akan kairing ke payogan soang-soang (dikembalikan ke masing-masing pura). Bendesa Adat Besakih selaku Ketua Umum Karya IBTK, Jro Mangku Widiartha, Kamis (20/4), mengatakan, prosesi mesineb Ida Batara akan dilaksanakan sekitar pukul 15.00.

Meski sudah memasuki akhir piodalan, umat tetap dipersilahkan untuk melaksakan persembahyangan di Pura Besakih. ‘’Persiapan upakaranya sudah lengkap, tinggal prosesinya saja,’’ ungkapnya.

Puncak karya IBTK jatuh pada Purnamaning Sasih Kedasa, Sabtu (31/3). Sepanjang piodalan kompleks Pura Besakih selalu padat pemedek. Kepadatan bahkan masih terlihat sepanjang hari kemarin. ‘’Saya sudah sempat tangkil (datang untuk melaksanakan persembahyangan), sekarang tangkil yang kedua kalinya,’’ ungkap salah seorang pemedek asal Bebandem, Karangasem, I Wayan Putu (50).

Wayan Putu yang sembahyang bersama rombongan tiba di Pura Besakih sekitar pukul 12.00. Menurut dia, saat itu pemedek lumayan padat namun memang tidak sepadat ketika hari libur. ‘’Masih ramai, Pura Penataran Agung full (penuh),’’ jelasnya.

Baca juga:  Kembali Digelar, Demo Tolak Reklamasi Teluk Benoa Digelar di Renon

Sementara itu selain persiapan pelaksaan karya penyineban, panitia karya bersama Desa Adat Besakih juga mempersiapkan upacara prayascita dan guru piduka di Pura Gelap. Kedua ritual itu sebagai tindak lanjut dari video aksi bule yang naik dan duduk di Padmasana Pura Gelap.

Jro Mangku Widiartha, mengatakan, pelaksaan kedua ritual tersebut diputuskan dalam rapat internal prajuru desa bersama unsur pamiteket dan manureksa serta unsur pinandita Pura Agung Besakih yang dilaksanakan Kamis (19/4) siang. Rangkaian ritual tambahan di Pura Gelap akan dilaksanakan sebelum prosesi mesineb karya IBTK.

Pihak Desa Adat Besakih menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat atas terjadinya peristiwa tersebut. Ritual prayascita dan guru piduka bertujuan secara niskala menyucikan kembali bangunan padmasana tersebut. Untuk hal-hal lain yang terkait tindakan hukum dan sebagainya, Desa Adat Besakih sepenuhnya menyerahkan kepada pihak yang berwenang. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.