Ilustrasi. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Investor di Bali jumlahnya semakin banyak. Banyaknya jumlah investor di Bali, membuat mereka menghimpun diri membentuk komunitas trader. Seiring seringnya melakukan trading, mereka memahami betul saham yang bagus dan fundamental.

Komunitas Bali Exotic Stock Trader (BEST) Family menyebutkan 10 saham terbaik dan fundamental. Yaitu Telkom (TLKM), BNI (BBNI), BRI (BBRI), Mandiri (BMRI), Astra (ASII), BCA (BBCA), Sampoerna (HMSP), Gudang Garam (GGRM), Unilever (UNVR), Indofood (INDF).

Ketua Best Family Dharmayasa mengatakan, saham yang aman untuk dibeli saat ini adalah Telkom, Indofood, Astra, Kalbe Farma. “Karena harganya lagi turun, fundamental perusahaannya bagus, itu yang aman dibeli saat ini,” ujarnya.

Kondisi penurunan harga saham ini diprediksi berlangsung hingga seminggu sampai dua minggu. Maka pada posisi ini, ia menyarankan anggotanya untuk membeli saham.

Lanjutnya, kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini sedang merosot. Harga saham perusahaan juga merosot, karena lebih banyak orang melakukan aksi jual. “Di saat orang jual, kita mengarahkan untuk beli. Jadi beli dapat harga bawah, nanti kita jualnya di atas harga beli,” katanya kemudian.

Salah satu saham yang selalu menduduki 10 saham terbaik adalah Telkom. Meski beberapa produk Telkom kerap dikeluhkan masyarakat termasuk isu satelit yang rusak, saham Telkom masih stabil.

Menurut Dharmayaasa hal itu lantaran perusahaanya sudah kuat dan fundamental. Selain itu, masyarakat juga ingin mengoleksi saham Telkom. “Kalaupun kita sudah menyadari bahwa perusahaan itu bagus, saat kondisi harga saham itu di bawah, kenapa kita engga berani beli?” sebutnya.

Baca juga:  Bali Sabet Tiga Award di Ajang Penghargaan for Chinnese Tourists

Saat ini harga saham Telkom berada di posisi 3.600. Sementara IHSG bergerak di angka 6.100-6.200.

Selain Telkom, saham yang menurut para trader aman dan fundamental adalah saham perbankan. “Perbankan mayoritas aman dan kuat,” ujarnya.

Saat ini indeks harga saham terjadi kres turun. Menurutnya, nanti yang duluan akan kembali adalah saham bank. “Saham bank yang duluan akan mengangkat IHSG,” ungkapnya.

Maka dari itu, untuk trader pemula, ia menyarankan membeli saham perbankan.

Masyarakat mulai menyadari bahwa investasi di saham menguntungkan asal bisa memilih perusahaan, bisa menempatkan keuangan dan bisa mengelola dengan baik. Hal itu terlihat dari data OJK yang menunjukkan peningkatan jumlah investor di Bali.

Kabag Pengawasan Industri Keuangan Non Bank OJK Husein Triarso mengatakan, investor di Bali telah mencapai 11.400 orang, naik 28 persen per Februari 2018. Sedangkan nilai transaksi sahamnya mencapai Rp 1,4 triliun, naik 60 persen (ytd) dibandingkan tahun 2017 yang tercatat Rp 800 miliar.

“Yang menyebabkan naik mungkin tingkat literasi dan inklusi naik. Naiknya sih tidak signifikan. Tahun 2016 naiknya 4,4 persen,” ungkapnya.

Apalagi saat ini ada program yuk nabung saham dari BEI. Yaitu bisa membeli saham yang bisa dibeli dengan harga Rp 100.000. Itu juga meningkatkan masyarakat berinvestasi di saham. Karena dulu kan anggapan masyarakat kalau beli saham itu mahal dan harus beli banyak. Sekarang bisa beli 1 lot. Satu lot itu 500 lembar saham. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.