Kodim 1611/Badung menggandeng Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung menggelar penyuluhan penerapan komponen budidaya dalam mendukung ketahanan pangan. (BP/ist)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Salah satu tugas tambahan anggota TNI adalah mendampingi petani untuk meningkatkan kesejahteraan pahlawan pangan ini. Dari pengolahan lahan, pembibitan, tanam hingga panen, anggota TNI khususnya Babinsa wajib mendampingi petani.

Agar pendampingan berjalan optimal, tentara berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan penyuluh pertanian. Begitu juga saat pelaksaaan TMMD ke-101, Kodim 1611/Badung menggandeng Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung dalam kegiatan nonfisik terkait memberikan penyuluhan penerapan komponen budidaya dalam mendukung ketahanan pangan kepada masyarakat setempat.

Putu Gede Simbaryadnya selaku penyuluh, didampingi Pabung Kodim 1611/Badung Mayor Inf. Putu Sukadana menerangkan, pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Oleh karena itu pemenuhannya menjadi salah satu hak asasi yang harus dipenuhi secara bersama-sama oleh negara dan masyarakatnya.

Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya mencapai kemakmuran warganya, salah satunya adalah meningkatkan ketahanan pangan nasional. Salah satu hasil penelitian dan pengembangan pertanian dari Kementerian Pertanian memiliki invovasi teknologi yaitu Jarwo Super merupakan proses budidaya pertanian, terutama budidaya padi menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan negara Indonesia.

Baca juga:  TNI akan Lakukan Pengaspalan Jalan Lingkar Landih

Beras menjadi salah satu produk yang sangat penting dan makanan pokok rakyat Indonesia. “Banyak faktor mempengaruhi proses peningkatan produktivitas dan kualitas produksi padi. Faktor itu utamanya soal penggunaan bibit unggul, pemupukan yang tepat sasaran, pengairan yang tepat, pengendalian hama penyakit dan lain sebagainya,” ujarnya.

Jumlah populasi tanaman per hektar juga tidak kalah pentingnya dalam peningkatan produktivitas dan kualitas padi. Untuk mengoptimalkan populasi tanaman dengan sinar matahari dan mengatur sistem tanamnya.  “Salah satu skstem yang terkenal adalah Sistem Tanam Jajar Legowo atau Jarwo. Kata Legowo diambil dari bahasa jawa yang berasal dari kata lego yang berarti luas. Sedangkan dowo berartinya panjang,” ucap Mayor Sukadana.

Sedangkan salah satu ketua kelompok tani yang hadir, Ida Bagus Putu Bawa menyampaikan penyuluhan yang di lakukan ini sangatlah baik. Pasalnya petani dapat ilmu tambahan tentang cara tanam, pemupukan maupun cara panen sehingga pengetahuan tersebut dapat di terapkankan untuk sehari – harinya agar mendapatkan hasil panen yang maksimal. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.