SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kepulauan Nusa Penida menjadi andalan Pemkab Klungkung sebagai sumber pendapatan dari sektor pariwisata. Tahun ini, jumlah kunjungan ditarget mencapai 470 ribu orang lebih, baik domestik maupun mancanegara.

Namun dibalik itu, peningkatan jumlah kunjungan masih timpang dengan kondisi infrastruktur. Sejumlah jalan masih mengalami kerusakan. Demikian pula fasilitas objek wisata belum sepenuhnya memadai.

Berdasarkan data, target kunjungan wisatawan ke kepulauan the blue paradise island itu tahun ini mencapai 478.169 orang. Meningkat dari 2017 yang realisasnya mencapai 423.726 orang dari target 333.000 orang.

Mendukung hal tersebut, promosi terus digalakkan, baik melalui media sosial atau website maupun event Nusa Penida dan Semarapura Festival yang telah berlangsung beberapa kali dan tahun ini tetap diagendakan. Dibalik perkembangannya yang semakin pesat, kerusakan jalan masih sekitar 45 persen dari total panjang 229 kilometer.

Selain itu, beberapa desa yang memiliki objek potensial untuk pariwisata, seperti Pejukutan, juga masih mengalami krisis air bersih. Sudah menjadi realitas klasik setiap tahun.

Kondisi yang demikian, diyakini memberikan pengaruh terhadap kenyaman wisatawan. “Kalau kerusakan infrastruktur, sudah pasti mempengaruhi kunjungan. Wisatawan menjadi kurang nyaman,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Nengah Sukasta, Rabu (11/4).

Pejabat asal Lingkungan Kemoning, Kelurahan Semarapura Klod ini juga tak menampik sejumlah objek wisata belum diilengkapi fasilitas yang memadai. Seperti parkir hingga kamar mandi, termasuk pagar pengaman mengantisipasi kecelakaan. Namun ditegaskan, pemkab masih terus melakukan pembenahan.

Tahun ini, telah dibuat sedikitnya sepuluh perencanaan dan diupayakan bisa terealisasi pada 2019. “Beberapa perencanaan itu, seperti parkir, kamar mandi. Kami berupaya melakukan penataan. Kalau untuk jalan juga begitu. Tapi itu ada di Dinas PU,” katanya.

Baca juga:  Taman Wisata Alam Buyan

Pembangunan pariwisata di kepulauan itu diyakini kedepannya semakin pesat. Mengantisipasi supaya tidak kebablasan, telah disiapkan grand design. Izin pembangunan akomodasi diterbitkan secara ketat.

Lokusnya tak hanya difokuskan pada satu pulau, seperti Nusa Lembongan. Tetapi juga mulai diarahkan ke daerah lain sebagai upaya pemerataan. “Grand design itu sudah ada sejak lama. Disusun detil. Saya tidak bisa menjabarkan itu seluruhnya,” sebutnya.

Penanganan jalan rusak ditarget pemkab tuntas paling lambat 2020. Di balik dekatnya waktu itu, anggaran yang digelontorkan tahun ini lebih sedikit dari sebelumnya. Hanya sekitar 25 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Klungkung, I Gusti Nyoman Supartana pun mengakui itu. Bahkan ditegaskan, anggaran bidang infrastruktur secara keseluruhan mengalami penurunan dari Rp 108 miliar menjadi Rp 77 miliar. “Perbaikan memakai skala prioritas. Kalau di Nusa Penida, jalan sangat penting untuk menunjang pariwisata,” jelasnya.

Kepulauan Nusa Penida salah satunya menyandang status sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang), Pemkab juga mengusulkan lima proyek ke pemerintah pusat untuk bisa terealsasi.

Yakni jembatan baru penghubung Nusa Ceningan dan Lembongan, Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM), jalan lingkar, tanggul pengamanan pantai dan pelabuhan segi tiga emas yang berlokasi di Desa Pesinggahan Kecamatan Dawan, Dusun Sampalan, Desa Batununggul, dan Bias Munjul Nusa Ceningan. Proyek tersebut membutuhkan anggaran yang tergolong besar. (Sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.