Obyek wisata Ulundanu Beratan tengah dipersiapkan untuk kunjungan delegasi IMF dan bank dunia. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Jelang pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, di Nusa Dua Bali pada Oktober 2018 mendatang, sejumlah daerah di Propinsi Bali terus melakukan beragan persiapan. Pasalnya, para delegasi tersebut berikut keluarga besarnya juga dijadwalkan akan berkunjung ke sejumlah obyek wisata.

Di Kabupaten Tabanan, dua obyek wisata yang disiapkan untuk kunjungan para delegasi yakni DTW Tanah Lot dan DTW Ulundanu Beratan. Meski demikian Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan juga tetap melakukan antisipasi menyiapkan obyek wisata lainnya seperti DTW Jatiluwih dan desa wisata.

Seperti yang disampaikan Kabid Promosi Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan I Wayan Budi Artana mengatakan sebelumnya Dinas Pariwisata Tabanan bersama Propinsi dan seluruh pelaku pariwisata Bali diajak koordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Menko Kemaritiman dan menteri pariwsiata di bulan Pebruari lalu.

Dalam pertemuan tersebut diharapkan agar Bali termasuk Tabanan bersiap  menerima kunjungan delegasi ke sejumlah obyek wisata. “Kami memang sudah diajak koordinasi agar segera bersiap diri jika nanti DTW di Tabanan dikunjungi delegasi IMF maupun World Bank,’ ungkap Budi Artana, Kamis (12/4).

Dikatakan, dalam pertemuan tersebut, pihaknya di Tabanan diminta mempersiapkan segala sesuatunya  karena ada dua DTW yakni Tanah Lot dan Ulundanu Beratan yang direkomendasi menjadi destinasi wisata para delegasi.

Begitu mendapatkan instruksi tersebut, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak DTW Tanah Lot dan Ulun danu beratan, bedugul. “Memang dua DTW yang direkomendasi, kami sudah melakukan koordinasi untuk melakukan persiapan,” tandas Budi.

Baca juga:  Dua Kawasan Eks Gedung Perkantoran Pemkab Gianyar Dialihfungsikan

Dijelaskan, dalam rapat koordinasi, pihaknya diminta untuk memperhatikan tentang sapta pesona khususnya bidang kebersihan DTW, parkir termasuk toilet yang bersih dan representatif. Pihaknya bersama Kadis Pariwisata terus melakukan monitoring agar soal kebersihan selalu menjadi perhatian dan tidak ada sampah yang berserakan ketika delegasi ada yang berkunjung. “Kebersihan, toilet dan parkir menjadi perhatian serius, itu yang terus kami koordinasikan dan monitoring secara rutin,” sebutnya.

Meski hanya dua DTW yang direkomendasikan, pihaknya juga tetap mempersiapkan DTW lainnya seperti Jatiluwih, Alas Kedaton mapun desa wisata yang ada di Tabanan. Pasalnya tidak menutup kemungkinan, para delegasi atau keluarganya meminta berkunjung ke lokasi lain seperti Jatiluwih yang sudah jadi warisan budaya dunia. “Obyek yang lain juga sudah diajak koordinasi untuk mempersiapkan diri,” imbuhnya.

Budi Artana mengaku pemerintah dalam hal ini Dinas pariwisata memang tidak memberikan bantuan dana. Pasalnya DTW sudah memiliki anggaran untuk menjaga kebersihan areal DTW. “Kami sifatnya hanya melakukan monitoring agar segela sesuatunya dipersiapkan sejak awal dengan baik,” ucapnya.

Pihaknya juga menyiapkan tayangan video tentang pariwisata Tabanan di setiap DTW yang ada terutama di tanah lot dan Ulun danu beratan. Di dua lokasi tersebut akan disiapkan televisi yang memutar video tentang pariwisata Tabanan. “Kami juga menyiapkan brosur dan petuags yang akan kami tempatkan di tourist information center yang ada di DTW,” pungkasnya. (puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.