Polres Badung menggelar operasi miras dan berhasil menyita hampir 1 ton arak. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Korban tewas akibat minuman keras (miras) hingga 52 orang di Jawa Barat, disikapi serius Polresta Denpasar dan Polres Badung. Kepolisian langsung menyisir pedagang arak dan disita 696 liter arak, Rabu (11/4). Operasi akan terus dilakukan untuk meminimalisir peredaran miras tradisional Bali tersebut.

Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta, Kamis (12/4) mengatakan, untuk menyelamatkan krama Bali dari miras oplosan, pihaknya langsung menggelar razia. Operasi dilaksanakan tim Satresnarkoba dipimpin Kasat AKP Djoko Hariadi dan menyisir pedagang arak yang ada di wilayahnya.

Alhasil, di warung milik berinisial MA (46) di Jalan Kubu Gunung, Kuta Utara, diamankan 6 liter arak. Setelah itu, polisi menggeledah warung milik MY (38) di wilayah Kerobokan, Kuta Utara dan diamankan 15 liter arak.

Operasi dilanjutkan ke wilayah Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal. Di warung milik OS (44) diamankan 25,5 liter arak.

Baca juga:  Truk Tangki Elpiji Yang Jatuh di Sungai Yeh Nu Kembali Telan Korban

Hasil sitaan paling banyak didapat di warung milik WS (32) di Jalan Kubu Gunung, Kuta Utara, yaitu 343,5 liter arak beragam kemasan. “Total arak yang kami amankan 456 liter arak. Kami imbau kepada masyarakat agar tidak minum-minuman keras karena merugikan,” tegasnya.

Sementara Polresta Denpasar menyita 240 liter arak. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo, didampingi Kasatresnarkoba Kompol Aris Purwato, berharap supaya tidak ada korban di Bali akibat miras oplosan. Oleh karena itu pihaknya gencar melakukan razia miras.

Hasil operasi Rabu (11/4), di warung NH (46) di Jalan Wandira Sakti, Denbar, disita lima liter arak. Selain itu razia dilakukan di warung milik Desak PA (43) di Jalan Bikini Gang I, Tegal Lantang Kaja, Denpasar Barat. Barang bukti yang diamankan delapan jerigen masing-masing isinya 30 liter arak. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.