Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan pengolahan limbah di Puspem Badung, Selasa (10/4). (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung, berupaya memanfaatkan limbah cair yang terbuang percuma menjadi air bersih. Proyek percontohan ini dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat.

Kepala Dinas PUPR Badung, IB Surya Sumba, saat dikonfirmasi membenarkan tengah mempersiapkan uji coba dalam pengelolaan air limbah menjadi air bersih. Uji coba ini diawali di komplek Puspem Badung. Kalau berhasil akan dikembangkan untuk daerah Pariwisata Badung.

“Sejauh ini kondisi pengelolaan limbah air di Puspem maupun areal lainnya belum maksimal. Untuk itu, kami melakukan uji coba bekerja sama dengan sebuah pabrik yang bergerak di bidang pengelolaan air limbah yang dipusatkan di kompleks Puspem Badung,” ujar IB Surya, Selasa (10/4).

Menurutnya, pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pihak ketiga terkait Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Namun, program ini masih dalam penelitian dan pengembangan pengelolaan air limbah menjadi air bersih. “Piranti dan fondasi untuk menempatkan mesin pengelolaan air limbah sudah mulai dikerjakan,” katanya.

Baca juga:  Mengenalkan Kondisi Lingkungan Alam kepada Anak-anak

Diterangkan, lokasi penempatan mesin pengolah limbah di tempatkan di areal Selatan Komplek Puspem Badung. Proyek yang dibangun di atas tanah 1 are di areal komplek Puspem Badung diperkirakan menelan anggaran Rp 2 miliar. “Sudah ada bangunan dan disampingnya juga ada beberapa piranti terpasang. Harga mesinnya diprediksi bisa mencapai Rp 2 miliar lebih, tapi untuk tahap ini baru hanya sebatas kerja sama,” jelanya.

Dikatakan, jika uji coba tersebut membuahkan hasil, pihaknya berencana melakukan pengadaan yang dimanfaatkan di kawasan pariwisata dan Puspem Badung. “Cara kerjanya yakni air limbah masuk ke dalam mesin dan diolah. Setelah diolah, Kemudian, keluarnnya nanti berupa air bersih,” terangnya.

Nantinya, aplikasi mesin pengelola air limbah akan dilakukan di Petitenget, Badung. Sebab, kondisi sungai di dekat Pura Petitenget itu sudah tercemar limbah dan mengeluarkan bau tidak sedap. “Jika berhasil kami akan pasang di Petitenget, karena air yang keluar dari loloan dan juga drainase menuju pantai, yakni berupa air limbah,” tandasnya. (Parwata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.