Airlangga Hartato. (BP/har)

JAKARTA, BALIPOST.com – Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto mengakui tentang kemesraan hubungan Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Pejuangan (PDI-P) saat ini. Menurutnya, di era demokrasi yang menganut sistem multipartai seperti saat ini koalisi menjadi sangat penting.

“Kalau koalisi itu kan penting, karena kami sudah banyak persamaannya, jadi persamaan ini harus diperkuat,” kata Airlangga usai menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Bidang Nasional III Kemaritiman, di Kantor DPP PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (8/4).

Sejak Paripurna Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar beberapa waktu lalu, Airlangga mengatakan partainya sudah menyatakan untuk mendukung Presiden Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Saat ditanya tentang dukungan Golkar dilakukan dengan syarat yaitu mengharuskan PDIP mengusung dirinya sebagai cawapres Jokowi, Airlangga mengatakan menjawab diplomatis bahwa ia tidak ingin berspekulasi mengenai cawapres Joko di Pilpres 2019. “Itu tanyanya ke Pak Presiden. Tentu yang diinginkan adalah Pak Jokowi dua kali (periode),” kata Airlangga.

Menteri Perindustrian ini mengatakan yang pasti ke depan akan banyak lagi pekerjaan yang bakal dikerjakan bersama antara PDIP dan Golkar serta partai pendukung Jokowi lainnya, yakni Hanura, NasDem dan PPP. Di antara delapan partai yang sudah menyatakan dukungannya ke Jokowi, termasuk Partai Golkar telah menyepakati akan memutuskan cawapres pendamping Jokowi akan ditetapkan setelah Pilkada Serentak 2018 yang dilaksanakan pada 27 Juni mendatang.

Baca juga:  Kehadiran Kepala BIN di Rakernas PDIP Jangan Dipolitisasi

Menanggapi sinyalemen Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romi) tentang akan bertambahnya dukungan kepada Jokowi dengan bergabungnya dua partai yang memiliki kursi di DPR, Airlangga mengatakan makin banyak dukungan kepada Jokowi akan semakin baik.

Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto memastikan calon pendamping Joko Widodo pada Pilpres 2019 tak akan dibahas dalam waktu dekat. Hal itu akan dirumuskan usai Pilkada 2018, Juni mendatang. “Presiden dan tentu kami bersama mendengarkan Pak Jusuf Kalla, bersama para ketum menentukan arah ke depan. Termasuk bagaimana wapres sebagai pemimpin untuk rakyat yang bersatu bersama dengan Bapak Jokowi,” kata Hasto.

Ia tak menampik beberapa nama direkomendasikan menjadi cawapres, temasuk Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Golkar memang membawa aspirasi agar Airlangga mendampingi Jokowi, namun belum bisa diputuskan. “Tentu saja kalau melihat Rakernas Golkar mereka akan membawa aspirasi agar Pak Airlangga dapat menjadi bagian representasi Golkar untuk diusulkan,” ujar Hasto.

PDI Perjuangan tak terlalu berpatok pada spesifikasi tertentu. Ia menyebut yang terpenting ialah kepemimpinan. “Karena ini (kepemimpinsn) juga yang sangat penting,” sebut Hasto. (Hardianto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.