Pemkab Klungkung bersama TNI dan Polri menggelar aksi bersih-besih pantai. Sejalan dengan ini juga dicanangkan program sehari tanpa kantong plastik. (BP/adv)

PEMKAB Klungkung terus berinovasi dalam menanggulangi sampah utamanya plastik. Setelah diawali program Perangi Sampah Plastik kali ini melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan mencanangkan Satu Hari Tanpa Kantong Plastik. Program ini diluncurkan bersamaan dengan aksi bersih bersih pantai untuk memperingati Hari Puputan ke 110 dan HUT Kota Semarapura ke-26 tahun 2018 serta lanjutan dari peringatan hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Jumat, (6/4).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Anak Agung Kirana mengatakan Klungkung menjadi satu satunya kabupaten kota di Bali yang menerapkan program ini. Sesuai Perpres no. 97 tahun 2017 mengenai mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta mengurangi sampah disegala lini.

“Sampah plastik telah mengotori berbagai lini, mulai dari tanah, sungai hingga laut. Sampah plastik yang hanyut kelaut akan hancur menjadi partiket-partikel kecil yang dapat dimakan ikan – ikan, kemudian ikan ditangkap untuk dikonsumsi. Tentu akan sangat berbahaya. Ini yang menjadi salah satu alasan ada program sehari tanpa kantong plastik,” ujarnya.

Aplikasi program ini secara maksimal diakui memerlukan proses panjang. Mendukung itu, peerintah desa juga telah diimbau untuk memberikan dukungan. Ini pun akan dievaluasi secara berkala. “Memang ini tidak mudah. Karena berbaikan dengan kebiasaan. Tetapi kami berharap ada dukungan komitmen dar masyarakat. Tinggal komitmen saja,” tegasnya.

Baca juga:  Kurangi Sampah Styrofoam, Geliatkan Penggunaan Karangan Bunga Organik

Khusus untuk aksi bersih-bersih, dilakukan secara serentak di Pantai Tegal Besar, Pantai Goa Lawah Pura Watu Klotok, Pantai Sidayu. Ini tak hanya dilakukan Aparatur Sipil Negara dari seluruh instansi di lingkungan pemkab, namun juga Kodim 1610/Klungkung yang mengerahkan ribuan personil dan juga Polri.

Sekda Gede Putu Winastra menyampaikan program inipendukung dari program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) yang di-launchng pada akhir 2017 dan sudah diterapkan 12 desa. Program yang bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Teknik PLN, Jakarta ini mengolah sampah menjadi pellet untuk bahan bakar dan listrik.  “Pelet yang diproduksi oleh desa nantinya akan dibeli pihak Indonesia  Power sebagai bahan bakar pembangkit listrik dengan harga yang tengah dikaji saat ini. Tentu program ini akan terus kami kembangkan. Pusat juga meberkan respon positif,” pungkasnya. (Adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.