Wisatawan India berkunjung ke Pura Besakih. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Jumlah wisatawan India yang datang ke Bali pada Februari 2018 sebanyak 26.514 orang. Jumlah ini terbesar ketiga setelah Tiongkok dan Australia.

Pertumbuhan wisatawan India Februari 2018 dibandingkan Februari 2017 menduduki pertumbuhan tertinggi yaitu 52,50 persen. Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hendrawan memaparkan, kedatangan turis India ke Bali periode sama tahun lalu sebanyak 17.386 orang, Januari 2018 sebanyak 29.016, dan Februari 2018 sebanyak 26.514 orang.

Jika diakumulasikan Januari-Februari 2018, jumlah turis India 55.530 orang. Sedangkan pada 2017 periode yang sama, jumlah wisatawan India hanya 34.906 orang.

Jika dibandingkan Januari- Februari 2018 dengan 2017, pertumbuhan turis India 59,08. Pertumbuhan ini tertinggi dibandingkan turis Cina dan Australia. Wisawatan Cina yang menduduki peringkat tertinggi untuk jumlah kunjungan, justru pertumbuhannya -35,56 persen.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali AA. Gede Yuniartha Putra mengatakan, karakter turis India berwisata lebih banyak perorangan. Namun juga ada group dengan jumlah tidak terlalu besar.

Turis India lebih cenderung mengunjungi tempat-tempat spiritual di Bali, seperti pura. Karena mereka merasa ada kesamaan keyakinan. Namun juga tidak menutup kemungkinan, turis India mengunjungi pantai dan pegunungan.

Baca juga:  Kena Imbas, Kunjungan Wisman ke Dua Obyek Wisata di Tabanan Ini

Lama tinggal turis India rata-rata 5 hari. Dengan lama tinggal tersebut spending moneynya bisa mencapai USD 1.000, sama dengan turis Asia Pasifik lainnya. Keunggulan lain turis India adalah paham dengan bahasa Inggris. Sehingga wisatawan India bisa dipandu oleh pemandu wisata berbahasa Inggris.

Membuka penerbangan langsung dari Mumbai ke Denpasar, merupakan salah satu upaya yang dilakukan dalam menggenjot turis India. Selain itu, peningkatan budaya dan wisata spiritual.

Sebelumnya, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya, SE, MBA mengatakan tengah menggarap pasar India. Karena pasar India dinilai lebih baik dari Cina. Turis India juga memilih hotel bintang 3,4,5 untuk tempat menginap. Bahkan lama menginapnya terbilang panjang yaitu 5 hari, lebih lama dari turis Cina yang rata-rata menginap selama 3 hari.

Namun kendala yang dihadapi dalam menyambut tamu India adalah restaurant India yang masih sedikit. Ia memperkirakan restaurant India di Bali ada 15. “Itu belum cukup, khususnya di daerah-daerah destinasi wisata, obyek-obyek itu. Saya pikir ini kesempatan yang bagus buat pengusaha Bali untuk mengembangkan kerjasama dengan partner di India untuk membangun restaurant,” ungkapnya. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.