Beberapa kerabat pasien menunggu di depan instalasi gawat darurat (IRD) RSUD Wangaya, Denpasar, Kamis (16/11). Renovasi gedung IRD ini terancam tertunda, karena rencana pengajuan pinjaman untuk renovasi belum disetujui DPRD Kota Denpasar. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – RS Wangaya sejak lama berencana melakukan pinjaman kepada pihak ketiga untuk merampungkan pembangunan gedungnya. Namun, menjelang proses pinjaman dilakukan, sejumlah anggota dewan berubah sikap. Akibatnya, sampai kini rencana pinjaman dana tersebut masih terkatung-katung.

Ketua Komisi II DPRD Denpasar Made Suweta yang ditemui di kantornya, Senin (2/4) mengungkapkan, pada dasarnya dewan setuju dengan pinjaman tersebut. Namun, karena ada beberapa yang belum jelas, seperti DED, maka akan ada penajaman lagi. “Dalam waktu dekat komisi akan kembali mengundang RS Wangaya untuk meminta penjelasan yang masih tertunda saat rapat kerja sebelumnya. Salah satunya, yakni tentang pemaparan dan penyelesaian detil enggering desain (DED) dari rencana pengembangan rumah sakit tertua tersebut,” ujar Made Suweta.

Didampingi sejumlah anggota dewan lainnya, Suweta memastikan akan kembali membahas lebih detil soal DED yang dimiliki RS Wangaya. Mengingat, sebelumnya masih ada yang belum rampung dalam penyelesaian DED. “Kita akan agendakan lagi melakukan rapat kerja dengan RS Wangaya. Namun, pada intinya kami sepakat untuk melakukan pinjaman, namun harus ada penajaman yang lebih detil lagi,” ujar Suweta.

Baca juga:  Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Agung, DPRD Denpasar Usulkan Rasionalisasi

Terhadap rencana ini, jajaran RS Wangaya juga menyatakan kesiapannya. Mengingat apa yang diminta para wakil rakyat tersebut, sudah selesai dikerjakan. “Kami tinggal menunggu untuk rapat lagi dengan dewan. Kita sudah siapkan DED-nya,” ujar Dirut RS Wangaya dr. Setyawati Hartawan.

Setyawati menyatakan sudah siap dengan permohonan dewan agar melakukan presentasi atas master plan RS Wangaya. “Kami sudah siap untuk menyampaikan presentasi soal master plan yang sudah ada. Kan itu permintaan dewan,” katanya.

Dikatakan, dalam rancangan yang sudah ada, semua basement pada bangunan akan dijadikan tempat parkir. Mengingat, rumah sakit yang dipimpinnya tersebut tidak memiliki lahan yang parkir yang memadai. “Rancangan kita semua basement akan dijadikan parkir,” katanya.

Dari master plan ini yang telah berubah tiga kali, pembangunan yang sudah dirampungkan yakni gedung C untuk pasien rawat inap kelas III dengan nilai kontrak pembangunan sebesar Rp 17 miliar. Gedung B dengan anggaran Rp 33 miliar untuk pembangunan fisik. Nantinya gedung B akan dimanfaatkan untuk pelayanan poliklinik eksekutif dan ruang rawat inap kelas I. (Asmara Putera/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.