Diseminasi terkait Informasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Lingkungan Instansi Pendidikan digelar Senin (2/4). (BP/wan)

DENPASAR, BALIPOST.com – Denpasar yang merupakan kota metropolitan menyebabkan siswa di kota ini rentan terhadap peredaran narkoba. Untuk mencegah hal tersebut, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Denpasar terus berupaya secara gencar menekan peredaran narkoba yang menyasar anak-anak didik itu.

Salah satu caranya dengan menggelar Diseminasi Informasi P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkoba) melalui Penyuluhan Bagi Instansi Pendidikan yang melibatkan pembina KSPAN dan 1 siswa KSPN tingkat SMP se-Kota Denpasar. Seperti halnya dilakukan di Warung 63, Senin (2/4).

Kepala BNN Kota Denpasar, AKBP I Wayan Gede Suwahyu, SH.,MH., yang pada kesempatan itu didampingi Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kota Denpasar, Ida Bagus Sedana, SH., mengatakan revalensi pengguna narkoba di Indonesia mengalami penurunan dari 2,1% menjadi 1,7 % dari jumlah pengguna tahun sebelumnya. Kendati demikian, bandar narkoba di Indonesia termasuk di Bali terus berkembang dan berupaya menyebarkan barang haram tersebut.

Bahkan, anak-anak didik di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama menjadi sasarannya. Oleh karenanya, peran guru sebagai orang tua murid di sekolah harus mempunyai trik-trik tertentu yang secara mandiri memberitahu anak-anak didiknya tentang bahaya narkoba dan cara menghindari barang haram tersebut. “Kami juga menyampaikan kepada anak-anak, kalau ada temannnya atau orang lain yang menghasut untuk menggunakan narkoba, agar segera melapor kepada gurunya atau kepada Osis. Lalu Osis melapor kepada gurunya dan guru segela melapor ke BNN, sehingga proteksi dini terhadap penyebaran narkoba tersebut dapat diantisipasi dan dapat mempersempit pengedarannya,” ujar Suwahyu.

Baca juga:  Terbentur Dana, Empat Siswa SMAN 6 Denpasar Batal ke Kanada

Sementara itu, bagi yang telah terkena dan terlanjur menggunakan narkoba, diharapkan agar segera melaporkan diri ke BNN atau pihak yang berwajib. Sehingga, bisa mendapatkan rehabilitasi dan segera sadar bahwa narkoba dapat mengancam kelangsungan hidupnya.

Selain menjalin kerjasama dengan pihak sekolah, BNN Kota Denpasar juga gencar menjalin hubungan kerjasama dengan desa adat beserta perangkat desa dengan membentuk relawan-relawan antinarkoba yang melibatkan semua lapisan masyarakat, terutama anak-anak muda. “Kami akan terus berupaya menekan penyebaran narkoba melalui kegiatan diseminasi seperti ini. Sehingga terjalin gerakan yang mandiri untuk memprotek dirinya terhindar dari narkoba dengan aturan-aturan tersendiri,” pungkasnya. (Winatha/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.