SINGARAJA, BALIPOST.com – Meluapnya air Danau Buyan sampai merendam belasan rumah warga di Dusun Dasong, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada disikapi serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Dalam waktu dekat ini BPBD memfasilitasi warga itu agar mendapat bantuan rehab atau membangun rumah di tempat yang lebih aman.

Selain itu, BPBD juga menangani kelas darurat di balai banjar yang sekarang ditemapti anak-anak SDN 4 Pancasari. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Made Subur, sejak air danau meluap pihaknya menurunkan personel BPBD melakukan assessment di Dusun Dasong. Hasilnya, 11 kepala keluarga (KK) warga di dusun ini rumahnya terdampak akibat luapan air danau.

Beberapa warga ini telah mengungsi ke rumah keluarga atau kerabatnya di tempat yang lebih aman. Perlengkapan rumah tangga merekapun telah direlokasi ke tempat mengungsi untuk sementara. Warga mengungsi karena, genangan air semakin tinggi. Selain itu, kondisi lingkungan rumah dipenuhi genangan air itu tidak nyaman untuk ditinggali. “Kami sudah turunkan tim untuk meng-assessment ke sana (Dusun Dasong-red), dan warga di sana sudah mengungsi. Air naik pelan-pelan dan genangannya menganggu kenyamanan warga, sehingga mereka mengungsi ke tempat yang lebih aman,” katanya.

Menurut Subur, BPBD mulai memfasilitasi warga yang terdampak luapan air danau. Warga ini akan diusulkan untuk mendapat dana bantuan rehab atau pembuatan rumah sederhana di tempat yang lebih aman.

Ini karena dampak genangan air danau dipastikan akan merusak bangunan rumah warga itu sendiri. Setelah airnya kembali menyusut, dana bantuan yang diperkirakan rata-rata senilai Rp 30 juta itu dapat meringankan biaya warga yang terdampak luapan air danau itu sendiri.

Sedangkan, warga yang memang memiliki lahan untuk dibangun rumah yang jauh dari bibir danau, maka dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun rumah semi permenan. “Kami akan fasilitasi dan paling tidak bantuan untuk rehab atau biaya membangun rumah yang lebih aman itu akan membantu meringankan warga terdampak luapan air danau yang terjadi hampir setiap tahun,” katanya.

Baca juga:  Bali Dilanda Bencana

Di sisi lain birokrat asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini mengatakan, penanganan yang sama juga dilakukan untuk penyiapan tempat belajar siswa SDN 4 Pancasari yang juga terdampak meluapnya air danau di wilayah mereka. Saat ini, anak-anak belajar di kelas darurat memanfaatkan ruang terbuka di balai desa setemat.

Atas kondisi ini, BPBD berjanji menyekat ruang terbuka tersebut, sehingga proses belajar lebih nyaman dibandingkan dengan digabungkan dalam satu ruang terbuka. “Kasihan anak-anak di sana belajar di ruang teruka. Kita akan belikan triplek untuk menyekat ruang itu menjadi ruang kelas darurat. Dengan demkian, aktifitas pembelajaran lebih nyaman dibandingkan sekarang ini,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dusun Dasong Made Suartana mengatakan, dari 11 KK warganya yang terdampak meluapnya air danau, dua KK telah pindah ke rumah orangtuanya. Dua warga itu masing-masing Ketut Suteja dan Nyoman Budi Artama.

Keduanya meninggalkan rumahnya karena genangan air lebih dari satu meter. Sementara, sembilan KK lainnya bertahan karena tidak memiliki tempat tinggal di tempat lain, dan juga ketinggian air rata-rata baru 10 centimeter.

Namun demikian air danau sudah menggenangi ruang kamar mereka. Terkait rencana bantuan untuk warga terdampak luapan air danau, Suartana mengaku sedang mempersipakan proposal yang akan diajukan ke BPBD. Selain itu, desa juga menyiapkan usulan untuk penanganan SDN 4 Pancasari yang juga terdamak luapan air danau di tahun ini. “Baru dua yang pindah karena tidak bisa lagi tinggal di rumah itu karena tergenang air setinggi satu meter lebih. Yang lain kebetulan daerahnya agak tinggi jadi ketinggian air rata-rata 10 centimeter, sehingga mereka masih bertahan di rumah tinggalnya,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.