Tim dari SMPN 3 Denpasar berhasil meraih penghargaan karena menciptakan alat pemandu tunanetra. (BP/wan)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tiga siswa SMPN 3 Denpasar mengembangkan alat yang bisa menuntun penyandang tunanetra saat berjalan di trotoar. Alat diberi nama Guiding Block Follower For Blind Disability ini memiliki sensor warna dengan akurasi yang tinggi.

Penciptanya dalah I Putu Evan Priya Saguna, Kadek Winata Kusuma dan Ni Putu Dipta Danena. Bahkan karya inovasi siswa SMPN 3 Denpasar ini sukses meraih medali perunggu diajang Wintex di ITB 13 Maret 2018.

Menurut Evan, pemerintah sudah membuatkan fasilitas trotoar yang ramah bagi tunanetra agar penyandang tunanetra dapat berjalan di jalan raya dengan aman dan nyaman. Trotoar yang ramah bagi tunanetra ialah trotoar yang memiliki fasilitas guiding block berupa persegi yang biasanya terbuat dari beton yang berwarna kuning dan terletak di trotoar jalan.

Namun, terkadang guiding block saja belum cukup untuk memandu penyandang tunanetra berjalan di trotoar. Karena, bisa saja penyandang tunanetra melenceng atau keluar dari jalur khusus tunanetra. Karena itu, Evan, dkk. berinisiatif untuk membuat alat yang dapat memandu penyandang tunanetra agar dapat tetap berjalan di jalurnya yang diberi nama Guiding Block Follower For Blind Disability.

Baca juga:  Hari Ini, Kolaborasi SMPN 3 Denpasar dan SMAN 3 Denpasar di Menyongsong Matahari Bali 2018

Evan menjelaskan, pola kerja alat ini berbasis arduino uno, karena arduino uno memiliki bahasa program yang lebih mudah dari pada komponen lain yang serupa. Selain itu meng-upload program dari laptop ke arduino uno itu sendiri lebih mudah karena hanya memerlukan kabel usb port dan tidak menggunakan usb downloader.

Bahan utama yang digunakan untuk membuat alat ini adalah arduino uno sebagai otak dari semua komponen, lalu ada 2 vibrate motor untuk mengontrol gerak kedua sebagai output penanda arah yang harus diambil pengguna atau penyandang tunanetra. Lalu ada sensor kamera (pixy cmu cam 5) yang berfungsi membaca warna guiding block dan batrei Li-Po berkapasitas 1100 MAH.

Parameter pengujian alat ini yang pertama, pengujian daya tahan baterai dari alat ini, yang kedua pengujian pembacaan warna dari alat ini, yang ketiga pengujian sudut yang ideal dalam penggunaan alat ini. “Daya tahan baterai dari alat ini yaitu selama 117 menit,” jelas Evan, Selasa (27/3). (Winatha/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.