Maria Londa sedang berlatih lompat jauh. (BP/wan)

DENPASAR, BALIPOST.com – Atlet lompat jauh asal Bali Maria Natalia Londa, bakal menjalani latihan sekaligus try-out ke Santa Barbara, California, AS, mulai 1 April sampai dengan 2 Mei mendatang. Maria bakal menjalani pemantapan latihan, sebelum berlaga pada hajatan multievent Asian Games (AG), di Indonesia, Agutus nanti.

Pelatih Ketut Pageh, Kamis (22/3) menjelaskan, Maria bersama belasan atlet dari cabor atletik bakal mematangkan persiapan, dengan berlatih ke Negeri Paman Sam. “Kami harapkan selama berlatih di AS, Marian mengalami peningkatan yang signifikan,” kata Pageh.

Dijelaskannya, agenda kejuaraan dunia atletik, di Amerika, hampir tiap pekan, dan jadwal yang bisa diikuti atlet Indonesia, yakni 5-9 April, kemudian 14-17 April, dan 21-24 April mendatang. “Kejuaraan atletik di AS, melibatkan atlet dunia dan olimpiade,” katanya.

Hanya, dirinya juga tidak tahu apakah ketiga event tersebut diikuti atlet AG Indonesia, atau hanya sebagian. “Apalagi, kami berangkat 1 April, apakah harus turun pada 5 April, tidakkah terlalu mepet?” tanya Pageh.

Menurut dia, Maria sudah memutuskan hanya turun satu nomor yakni lompat jauh, sedangkan untuk lompat jangkit Maria masih trauma, apalagi atlet putri Kazahkstan juara Olimpiade, dipastikan ambil pada pada AG di Indonesia. “Maria fokus lompat jauh saja,” ucapnya.

Baca juga:  Tiga Atlet Atletik Bali Huni Pelatnas

Pageh mengemukakan, untuk pelapis atlet Bali, pihaknya menyiapkan Mita Yuni dan Dewi Ayu Agung Kurniayanti. “Dewi Ayu Agung Kurniayanti peraih emas lari 200 meter dan 400 meter di kejurnas, namun dia memiliki basic lompat,” ucapnya.

Oleh sebab itu, Pageh mulai berhitung untuk peluang perolehan medali, pada PON XX, di Papua, Tahun 2020 mendatang. “Seandainya, Maria Londa masih bisa turun di PON Papua, apakah Mita Yuni juga turun di lompat, atau Agung Kurniayanti turun di lari atau lompat, kami masih memikirkannya,” tuturnya.

Yang jelas, Agung Kurniayanti juga berpeluang tampil di AG, utamanya nomor lari 4 x 200 meter. “Nomor tersebut tidak dipertandingkan secara resmi jadi semacam ekshibisi, namun masih diupayakan apakah disetujui,” katanya.

Ketut Pageh yang melatih atlet pelatnas di Bali, juga dipercaya atlet lompat jauh nasional asal Babel Suwandi Wijaya. “Saya memoles Suwandi selama empat bulan di Bali, alhasil lompatannya dari 7.60 meter, menjadi 7.78 meter, dan meraih medali perak, pada SEA Games, di Malaysia, 2017 lalu,” ungkapnya. (Daniel Fajry/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.